0

Wujud Kepedulian Nyata di Tengah Duka

BIREUEN, INDONEWS Menjelang tradisi Meugang dan datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, kepedulian nyata ditunjukkan oleh Bupati H. Mukhlis dengan menyalurkan 90 ekor sapi untuk masyarakat di desa-desa terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen.

Bantuan tersebut terdiri dari 45 ekor sapi dari Pemerintah Pusat dan 45 ekor lainnya berasal dari sedekah pribadi pimpinan daerah, sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana.

Hal ini disampaikan Kabag Forkopim (Humas) Azimi melalui Mursydin saat bersilaturahmi dengan awak media, Senin (16/2/2026).

Distribusi Terarah dan Transparan

Sebanyak 90 ekor sapi tersebut direncanakan akan disembelih secara simbolis pada Selasa (17/2/2026) di Pasar Hewan Geleupang Payong, Kecamatan Jempa, di bawah pengawasan Dinas Peternakan.

Selanjutnya, daging akan didistribusikan ke desa-desa terdampak banjir melalui para kepala desa untuk disalurkan secara adil dan merata kepada masyarakat yang berhak menerima.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa bantuan benar-benar tepat sasaran serta tidak terjadi penumpukan atau ketimpangan distribusi.

BACA JUGA :  Kunjungi Lampura, Arinal Olahraga Bersama Masyarakat

Bupati juga mengimbau kepada berbagai pihak yang ingin turut membantu korban banjir agar berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen, sehingga penyaluran bantuan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.

“Kita harapkan bantuan ini dapat meringankan beban biaya masyarakat dalam membeli daging Meugang. Bagi warga yang belum menerima bantuan, kami mohon bersabar karena bantuan dari pemerintah pusat sangat terbatas,” ujar H. Mukhlis.

Menguatkan Harapan

Meugang bukan sekadar tradisi, melainkan simbol kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadan. Di tengah kondisi ekonomi yang tertekan akibat bencana, kehadiran pemerintah menjadi penopang harapan bagi warga yang membutuhkan.

Bupati H. Mukhlis menegaskan bahwa semangat Ramadan adalah momentum memperkuat solidaritas sosial.

“Dalam setiap ujian selalu ada hikmah. Kebersamaan dan gotong royong adalah kekuatan kita. Pemerintah hadir bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Bireuen,” pesannya penuh makna.

Sementara itu, terkait pengaturan aktivitas dan kegiatan masyarakat selama Ramadan, sepenuhnya diserahkan kepada Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA :  Dua Unit Ponton Diamankan Sat Polairud Polres Bangka di Perairan Mengkubung

Pemerintah Kabupaten Bireuen juga memastikan Safari Ramadan tetap dilaksanakan seperti biasa, meskipun daerah ini baru saja dilanda banjir dan tanah longsor.

Hal tersebut menjadi penegasan bahwa semangat ibadah dan kebersamaan tidak surut oleh cobaan.

Di penghujung pernyataannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman, mempererat ukhuwah, dan memperbanyak kepedulian.

“Sebab sejatinya, kemuliaan bukan diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, tetapi dari seberapa tulus kita berbagi.” (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.