PURBALINGGA, INDONEWS – Barisan Relawan Jokowi Presiden atau Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Jawa Tengah menyesalkan adanya kerusakan hutan Gunung Slamet akibat proyek air bersih.
Ketua DPD BaraJP Jawa Tengah, Sony Bharata mengatakan, hutan lindung Gunung Slamet diduga rusak akibat proyek pembangunan jaringan pipa air bersih sepanjang 20 kilometer dari Pulosari, Pemalang melewati hutan Gunung Slamet di Kabupaten Purbalingga, dan Banyumas.

Dalam komunikasi antara Kepala Desa Kalisalak Kecamatan Kedungbanteng dan Ketua BaraJP Jawa Tengah menyeruak tidak adanya komunikasi dengan pihak pengelola proyek air bersih di Gunung Slamet tersebut.
“Kami sangat menyayangkan dan menyesalkan proyek nasional yang seharusnya berdampak positif untuk masyarakat malah jadi polemik di masyarakat,” ujar Sony, Selasa (11/10/2022).
Ia berharap agar Presiden Jokowi dan Kementerian PUPR turun langsung untuk mengecek kembali pengerjaan proyek air bersih di Gunung Slamet.
Ia juga berharap perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur dan Forkompincam Kedungbanten segera melakukan pengecekan hutan Gunung Slamet yang rusak.
Sementara Humas Perhutani KPH Banyumas Timur, Rahman saat dihubungi Selasa (11/10) menyebutkan, asper telah membuat laporan ke administratur KPH Banyumas Timur, dan rencannya akan ada pemeriksaan lokasi bersama Forkompimcam Kedungbanteng.
Sementara itu, Kepala Desa Kalisalak, Kedungbanteng, Mahmud mengatakan, adanya proyek pembangunan itu belum ada pemberitahuan ke desa.
“Belum ada izin sampai sekarang, baik lisan atau tulisan. Dan kemarin katanya ada izin ke kecamatan, tapi itupun izin membawa material,” ungkapnya. (Bint)




























Comments