0

Perpustakaan Diduga Terbengkalai

LAMPUNG UTARA, INDONEWS – Dugaan ketidaksesuaian penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2025 mencuat di SDN 2 Sukamaju.

Meski laporan menunjukkan penyerapan dana hingga puluhan juta rupiah untuk pemeliharaan dan perpustakaan, fakta di lapangan menunjukkan kondisi gedung yang memprihatinkan.

Berdasarkan data laporan penggunaan dana BOS Reguler tahun 2025 yang diterima redaksi, SDN 2 Sukamaju tercatat menerima total dana sebesar Rp73.320.000 yang dicairkan dalam dua tahap untuk 78 siswa.

Kontradiksi Anggaran dan Realita

Sorotan utama tertuju pada pos Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah. Dalam laporannya, pihak sekolah mengalokasikan total Rp8.701.000 (Rp7.221.000 di Tahap 1 dan Rp1.480.000 di Tahap 2). Namun, fakta di lokasi menunjukkan plafon gedung kelas mengalami kerusakan serius hingga jebol.

Tak hanya itu, pos Pengembangan Perpustakaan juga memicu tanda tanya besar.

Sekolah melaporkan penggunaan dana total Rp8.185.800. Kontras dengan laporan tersebut, kondisi perpustakaan di SDN 2 Sukamaju dilaporkan berantakan, acak-acakan, dan gedung perpustakaannya pun dalam keadaan rusak.

Rincian Penggunaan Dana Tahap 2 (Agustus 2025):

BACA JUGA :  Selalu Ada Kisruh di Babel, DPRD Harus Gunakan Hak Angket

Selain pemeliharaan, laporan Tahap 2 senilai Rp36.660.000 juga mencantumkan beberapa pengeluaran besar lainnya, di antaranya:

Pembayaran Honor: Rp12.200.000

Penyediaan Alat Multimedia: Rp5.500.000

Kegiatan Asesmen/Evaluasi: Rp4.673.000

Kegiatan Pembelajaran & Ekskul: Rp3.976.000

Kondisi fisik sekolah yang tidak terawat memicu kekhawatiran orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, masyarakat memiliki hak untuk mempertanyakan transparansi penggunaan dana publik ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah yang dipimpin oleh Yayuk Setyowati belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan mengapa kerusakan plafon dan perpustakaan belum diperbaiki meskipun anggaran telah terserap.

Masyarakat berharap instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, segera melakukan audit investigasi untuk memastikan dana tersebut tepat sasaran demi kenyamanan belajar siswa. (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.