0

BOGOR, INDONEWS – Ketua 1 DPP Pusat BPPKB Banten, Badrudin angkat bicara terkait adanya dugaan oknum anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten yang berpropesi menjadi mata elang (matel) atau Debt Collector.

Usai menghadiri perayaan Milad Ke-24 BPPKB Banten di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Badrudin mengaku telah melarang keras anggotanya menjadi matel.

“Jika ada anggota yang melanggar AD/ART, maka pengurus dan ketua wajib membinanya. Jika hal itu terbukti, maka itu adalah oknum, ketua organisasi akan melakukan tindakan sesuai aturan,” ujarnya, Minggu (24/7/202).

“Saya melarang anggota BPPKB Banten dimanapun berada menjadi matel. Apapun alasannya ketika sudah berseberangan dengan AD/ART, ketua dan pengurus wajib membinanya. Jika tidak bisa lagi dibina maka ke tahap selanjutnya, yaitu sanksi yang harus diberikan,” tambahnya.

“Jelas menurut Undang-undang (Uu) dan aturan yang berlaku adalah UU Fidusia, kami organisasi BPPKB Banten sangat menjunjung tinggi supremasi hukum. Apa bila terdapat anggota kami yang menyalahi aturan, saya selaku Ketua 1 DPP Pusat menyatakan itu adalah oknum. Dan apabila anggota kami ada yang menyalahi aturan negara, maka kami nyatakan oknum,” tegasnya.

BACA JUGA :  Terkait Proses Pengadilan Ade Yasin, Aktivis Dukung Penuh KPK Penjarakan Koruptor

Badrudin meminta kepada semua ketua dan pengurus di wilayah masing-masing, jika ada anggotanya yang menjadi matel agar segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan ketua dan pengurus wilayah.

“Jika ada anggota BPPKB Banten yang menjadi matel, segera koordinasikan dengan ketua dan pengurus wilayah masing -masing,” pintanya.

Sementara Ketua DPC BPPKB Banten Kabupaten Bogor, Kang Uwo mengakui banyak anggotanya di jalanan, tapi dia menekankan agar tetap beretika.

“Pertama, mereka dalam bekerja di jalan tidak boleh memakai atribut. Apabila mendapatkan kendaraan di jalan, harus disetorkan ke pihak leasing sesuai dengan surat tugas atau SPK yang mereka punya. Mereka harus mengerti dan tahu bahwa saat ini ada UU Fidusia yang sangat mendukung,” ungkapnya.

Uwo mengaku saat ini belum bisa berbuat banyak terkait adanya oknum anggotanya yang menjadi matel, karena belum bisa memberikan pekerjaan layak pada mereka.

“Semoga kedepan saya selaku ketua DPC bisa memberikan pekerjaan pada mereka. Dan apa bila ada masyarakat yang motornya ataupun mobilnya ditarik matel, kami siap membantu,” tutupnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor