BOGOR, INDONEWS – Ketua RT 02, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat melakukan penganiayaan terhadap warga sekaligus anggota linmas akibat salah paham.
Ketua RT yang juga diketahui baru menjabat beberapa tahun ini melakukan penganiayaan terhadap inisial M, anggota perlindungan masyarakat (Linmas) Desa Wanaherang, Senin, 16 Mei 2022.
“Saat itu ada warga melaporkan kepada RT bahwa tiang gawang bola ada yang nyabut dari posisi semula. Nah Ketua RT mungkin kesal karena linmas tidak melaporkan kejadian itu, padahal linmas tahu ada pencabutan tiang gawang bola. Terjadilah pemukulan saat Ketua RT mengecek langsung lokasi,” jelas salah seorang warga yang tak ingin dipublikasikan namanya, Senin (23/5/2022).
Menurutnya, tindakan itu seharusnya tidak terjadi, apalagi oleh ketua RT yang seharusnya bisa menjadi contoh, dan menahan emosi, sehingga tidak terjadi sikap arogansi seperti, apalagi korbannya adalah linmasnya sendiri.
“Sangat disayangkan RT bersikap arogan seperti itu. Saya minta Ketua RW, Kadus dan kepala desa memberikan sanksi pada oknum RT tersebut agar ada efek jera dan tidak menjadi contoh yang buruk di mata warga,” pintanya.
Disayangkan
Ketua RW 02, Enjun saat dikonfirmasi via telepon seluler membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku sangat menyayangkan hal itu terjadi terlebih, pelakunya sebagai ketua RT yang seharusnya bisa memberikan edukasi pada masyarakat.
“Iya betul ada kejadian itu (pemukulan, red). Sangat disayangkan itu bisa terjadi. Padahal dia ketua RT dan yang dipukul linmasnya sendiri. Mestinya persoalan diselesaikan dengan bijak, termasuk jika ada salah paham,” ungkapnya.
Menurutnya, permasalahan itu sudah ada tindaklanjut dari masing -masing pihak. Bahkan Ketua RT sudah meminta maaf pada korban.
“Tadi kebetulan saya tidak diundang saat mediasi kedua belah pihak. Informasinya sih sudah ada mediasi antara oknum Ketua RT dan korban. Tapi saya tidak tahu persisnya atau kejelasannya karena saat mediasi saya tidak diundang,” terangnya.
Enjun mengaku sedang berupaya memangil ketua RT tersebut untuk meminta keterangan dan pertanggungjawaban atas insiden pemukulan tersebut, karena ia sebagai Ketua RW harus mengambil langkah agar hal ini tidak terulang.
Enjun juga mengimbau ketua RT lainnya agar tidak melakukan perbuatan tercela dan arogan, karena itu tidak baik terlebih dalam pandangan warga.
“Kepada semua Ketua RT yang dalam naungan saya, agar lebih bijak dan elegan dalam menghadapi permasalahan dengan warga. Jangan mengedepan emosi dan arogansi yang ujungnya nanti berurusan dengan hukum. Akibatnya fatal”, ujar dia.
Sementara Ketua RT 02 Desa Wanaherang, Edi Junaedi alias Janet saat dikonfirmasi mengaku permasalahannya sudah selesai dengan musyawarah mufakat.
“Alhamdulilah pak permasalahan sudah selesai dengan musyawarah mufakat bersama warga RT 02, RW 02,” kata Edi.
Ia mengaku permasalahannya hanya karena miskomunikasi sehingga terjadi pemukulan tersebut.
“Intinya miskomunikasi saja pak, dan sudah selesai secara musyawarah mufakat dengan seluruh warga RT 02/02, para tokoh dan saya juga sudah ngobrol seperti biasa lagi,” tutupnya. (Firm)



























Comments