BANDUNG, INDONEWS – Halal Bi Halal DPD PDI Perjuangan Jawa Barat dilaksanakan pada Rabu, 18 Mei 2022, di Sekretariat partai moncong putih, jalan Pelajar Pejuang Bandung.
Acara dihadiri seluruh pengurus DPD PDI Perjuangan, Fraksi PDI Perjuangan Jawa Barat dan utusan pengurus DPC PDI Perjuangan se Jawa Barat. Begitupun, kader partai yang saat ini menjadi kepala daerah baik sebagai bupati/wali kota atau wakil bupati/wakil wali kota sebagai unsur tiga pilar partai menghadiri acara tersebut.
Acara diawali dengan Qiro’atil Quran, lagu Indonesia Raya sebagai wasilah kecintaan terhadap agama dan Nasionalisme.
Selanjutnya, sambutan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, H. Ono Surono, ST yang mengungkapkan arti penting diadakan Halal BI Halal bagi Keluarga Besar PDI Perjuangan Jawa Barat.
“Halal bi halal penting diadakan oleh keluarga besar PDIP Jawa Barat. Apalagi istilah Halal BI Halal ini sebagai penggagasnya adalah Bapak Proklamator bangsa Indonesia, setelah berkonsultasi dengan salah satu pendiri NU, Mbah Wahab Hasbullah tahun 1948,” ulas Ono.
Afirmasi istilah Halal Bi Halal oleh KH. Ahmad Ruchyat, Ketua PCNU Kabupaten Karawang yang didapuk menjadi pemberi Mauidzoh Hasanah di acara HBH tersebut.
“Benar apa yang disampaikan Kang Ono, Ketua DPD PDIP Jawa Barat. Istilah Halal BI Halal mulai dicetuskan tahun 1948. Saat mana, baru tiga tahun paska kemerdekaan 17 Agustus 1945. Indikasi adanya friksi para tokoh bangsa. Bung Karno, perlu mempersatukan kembali para tokoh bangsa tersebut dengan meminta nasehat dan saran Mbah Wahab Hasbullah. Sampai terpilih istilah Halal Bi Halal yang esensinya saling menghalalkan, memberi maaf atas kesalahan yang diperbuat,” kata kyai yang lebih terkenal disapa Kang Uyan.
“Halal bi halal ini, hanya ada di Indonesia. Di Saudi enggak dikenal Halal BI Halal. Begitupun di Mesir, apalagi di Suriah. Beruntunglah di Indonesia acara Halal Bi Halal ini diselenggarakan mulai tingkat Nasional Kenegaraan sampai pelosok kampung. Alhamdulillah, berkah HBH ini para kyai PPKM (Penghasilan para KyaiKembali Meningkat). Setelah setelah dua tahun paceklik di masa Covid 19, PPKM (Penghasilan Para Kyai Menurun),” canda Kang Uyan dan berhasil membuat para hadirin HBH bersahaja. Inilah salah satu kelebihan Kang Uyan, bisa membuat jamaah betah ngaji.

“Alhamdulillah, wasilah HBH DPD PDIP Jawa Barat ini, dapat dipertemukan dengan Kang Uyan dan Kang Imron, Bupati Cirebon,” sahut H. Agus Riadi Ketua Bamusi Kabupaten Bogor yang kebetulan berasal dari Kota Udang Cirebon, sebagai salah satu utusan dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor.
“Kami dari Kabupaten Bogor berempat. Saya, Hj. Umami, Cepy Bella dan Berliana,” pungkas Agus yang telah bermukim di Bogor selama 22 tahun lebih. (Bint)





























Comments