0

BOGOR, INDONEWS | Anggaran untuk saksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPC Kabupaten Bogor di 132 TPS Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, diduga ditilep oknum ketua ranting.

Pasalnya, anggaran Rp.200 ribu per satu orang untuk satu TPS tidak direalisasikan oleh oknum ketua ranting PPP. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya saksi yang hadir untuk menandatangani C1 plano pada 132 TPS saat penghitungan suara usai pencoblosan, Rabu (14/2/2024) lalu.

Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan dugaan anggaran untuk saksi partai tidak direalisasikan oknum ketua ranting dan salinan C1 Plano photo copy semua.

“Betul anggaran tersebut tidak direalisasikan oknum ketua ranting kepada saksi partai, soalnya salinan C1 Plano tidak ada tangan basah saksi PPP, yang ada sekarang salinan C 1 di Ketua PAC Gunung Putri photo copy semua. Hal itu juga dibuktikan pernyataan salah satu ketua TPS yang kami mintai keterangan. Padahal sesuai arahan ketua DPC PPP harus ada saksi dan anggaran untuk bayar saksi sudah dicairkan melalui ketua PAC dan diturunkan ke ketua ranting,” katanya, Minggu (18/2/2024) malam.

BACA JUGA :  Megawati Soekarnoputri Ulang Tahun Ke-76, Kader PDIP Jabar Berikan Kado Spesial Ini

Dengan adanya kejadian ini, dirinya dan juga partai sangat dirugikan, karena berpotensi hilangnya suara caleg dan juga suara partai karena tidak ada saksi saat penghitungan suara sehingga tak bisa diketahui perolehan suara setiap TPS.

“Kejadian ini berpotensi hilangnya suara partai dan juga suara caleg sehingga merugikan partai. Oknum tersebut telah melanggar amanat partai,” tegasnya.

Sementara Ketua Ranting Partai PPP Desa Bojong Kulur, Jajang mempersilahkan konfirmasi ke Ketua PAC PPP Kecamatan Gunung Putri karena dirinya sudah menjelaskan.

“Saya sudah jelaskan ke Ketua PAC. Silahkan tanya ketua PAC saja. Saya sudah jelaskan semua,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua PAC PPP Kecamatan Gunung Putri, Farhan saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsAap belum bisa menberikan tanggapan, hingga berita ini ditayangkan. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Politik