0

BOGOR, INDONEWS – Rabu malam Kamis tanggal 11 Mei 2022 dilangsungkan ‘mini talk show’ yang digagas pergerakan pemuda ‘Gonggo’ Cigudeg dengan menghadirkan Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Bogor, H. Agus Riadi.

Acara dimoderatori oleh tokoh pergerakan pemuda kang Gilang yang begitu ekspresif, sehingga terjadi dialog interaktif pewarta yang hadir.

Meskipun tempat talk show sangat sederhana, yakni di hamparan teras rumah, namun materi muatannya tidak kalah dengan yang sering ditampilkan di tempat mewah, seperti hotel maupun televisi.

Ini real talk show, karena langsung di sumber primer potret kehidupan masyarakat, khususnya gerakan para pemuda Gonggo. Jadi tidak ada rekayasa dan settingan.

Dijelaskan, sekelumit tentang pergerakan pemuda Gonggo dengan aktivitas beragam yang cukup padat.

Menariknya, setiap event didanai secara gotong royong urunan anggota komunitas Gonggo.

Sebut saja, antara lain ajang kompetisi sepak bola antar kampung atau yang lebih populer disebut tarkam.

“Kang Iweng (nama panggilan) adalah sosok pemain sepak bola tarkam warga Gonggo yang kerap ‘dibon’ ke kampung lain. Cikal bakal pemain ‘pro’ ini,” papar Gilang.

BACA JUGA :  Salat Dhuha Ala SMPN 2 Megamendung, Ini Manfaatnya

“Kehadiran Ketua Bamusi Kabupaten Bogor yang gaung pergerakannya sampai ke wilayah kami diharapkan dapat memberi inspirasi, lebih memotivasi dan mentransfer nilai pergerakan yang lebih bermanfaat bagi lingkungan masyarakat serta dapat menjadikan Pemuda Gonggo lebih dikenal dengan cakupan internasional,” lanjut Gilang.

“Kami merasa tersanjung oleh para sahabat pemuda Gonggo. Sudah menjadi hukum alam, siapa-siapa yang bergerak, pasti akan mendapat balasan dari hasil gerakannya. Ini asli kami Bamusi salut dan takjub dapat melihat kekompakan pemuda Gonggo yang motonya Gonggo, semacam oase tempat kumpul masyarakat yang memberi semangat kehidupan.”

Sementara H. Agus Riadi memaparkan, Pemuda Gonggo yang telah banyak berbuat di hal-hal positif untuk membendung efek negatif arus globalisasi modern seperti terlena bermain gadget. Berselancar di dunia maya yang sangat beragam muatan informasi, harus benar-benar disaring dan cek & recheck atau tabayun terlebih dahulu sebelum telunjuk ini gatal untuk langsung share kepada komunitas per-gadget-an.

“Khawatirnya dapat memperkeruh stabilitas dan kondusifitas bangsa Indonesia yang tengah membangun di berbagai bidang sebagai tanggungjawab mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan founding fathers bangsa. Hati-hati hindari dan jauhi serta tutup (closed) kabar hoaks,” kata H. Agus Riadi mengawali dialognya.

BACA JUGA :  Pesan Danrem Saat Lepas Sambut Dandim Kabupaten Bogor

Ia pun meminta program-program pemuda Gonggo yang baik, seperti lomba sepak bola antar kampung, lomba MTQ, lomba marawisan, baca Maulidan, pengajian pemuda, pengajian bapak-bapak sesuai jadwal dalam tiap pekan, agar dilanjutkan.

“Lestarikan itu yang baik-baik, sesuai prinsip mempertahankan suatu budaya yang baik yang berkembang di masyarakat, sambil belajar untuk meningkatkan menjadi yang lebih baik lagi sehingga dapat bermanfaat bagi banyak orang. Pemuda harus menjadi penggerak ‘change of values’ (mengubah sesuatu menjadi manfaat) ‘transfer of values’ (memberi nilai manfaat) bagi lingkungannya,” papar Agus.

“Hayo, apakah para sahabat yang saat ini main bola tarkam mau lebih dikenal bahkan bisa di lirik Shin Tae Yung dan pak Iwan Bule jadi pemain Timnas?” tantang Agus memberi rangsangan motivasi.

“Mau pak haji,” jawab pemuda pemain bola tarkam, serentak bersemangat.

“Tidak mustahil dari cikal bakal pertemuan malam ini antara pemuda Gonggo dengan Baitul Muslimin Indonesia Kabupaten Bogor secara bertahap dapat mewujudkan cita-cita dan harapan kang Iweng dan kawan-kawan. Yakin bisa terealisasi?” H Agus memompa keyakinan para pemuda.

BACA JUGA :  Soal Pelanggaran Ketenagakerjaan, Begini Penjelasan UPTD Wilayah 1 Disnaker Propinsi

“Yakin!” sambil terlihat kepalan tangan masing-masing dari para pemuda Gonggo.

“Nah ini keyakinan sudah menjadi modal. Kalau yakin satu kegiatan akan ada hasil atau prestasinya. Kali tidak yakin beratus program dan kegiatanpun prestasi hasilnya nol. Buang-buang energi dan dana saja,” tegas Ketua Bamusi Bogor.

Di akhir sesi, kang Rinto sesuai kapabilitasnya sebagai insan yudisia (hukum) mengingatkan agar komunitas Pemuda Gonggo itu dilegalkan dengan payung hukumnya.

“Komunitas Pemuda Gonggo perlu dilegalkan menjadi berbadan hukum. Sehingga, bisa mengakses bantuan program dan pembinaan dari Pemerintah. Hayu sesuai namanya Gonggo. Filosofisnya ‘Gong’ (menjadi aksi kebaikan yang menggelegar) dan ‘Go’ (jalan atau action). Teknisnya, bisa dikolaborasikan dan disinergikan dengan Bamusi yang juga punya divisi bantuan legalitas rumah untuk rumah ibadah dan lainnya,” pungkas Rinto yang juga tercatat dan aktif di kepengurusan LPBH NU Jawa Barat. (bint)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor