0

BOGOR, INDONEWS — Sejumlah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Cafe Coffee Patani, Desa Berengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Selasa (7/7/2026).

Pada kesempatan itu, rombongan Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Bogor Raya yang turut terlibat memberikan memotivasi agar mahasiswa tersebut melaksanakan program inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) itu, guna melatih soft skills dan kepemimpinan mahasiswa melalui pengabdian serta pemberdayaan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak Mahasiswa, Rohman sempat berbincang-bincang dengan Wasekjen DPP BaraJP, Jonny Sirait beserta pengurus BaraJP Bogor Raya lain, seperti Didi Hardiansah (Sekretaris), Sri Ratnaningsih atau Teh Nci (Bendahara), Alby (Wakil Sekretaris) dan Pembina BaraJP Leuwiliang, Tisnafatwa.

Jonny mengaku bangga dengan pernyataan “semi-kritik” Rohman yang menyebutkan bahwa Kabupaten Bogor memiliki potensi dan kekayaan alam melimpah, namun di Desa Barengkok, penghasilan rata-rata per kapita hanya senilai Rp.500 ribu per bulan.

“Tadi kami berbincang. Adik Rohman (Ketua Tim Penggerak Mahasiswa, red) menyatakan bahwa potensi kekayaan alam di Kabupaten Bogor belum sepenuhnya tergali secara optimal, sehingga hal itu menjadi pekerjaan rumah bersama,” kata Jonny, kepada wartawan.

BACA JUGA :  Disdik Tangerang Rehab Sejumlah Gedung Sekolah Rusak

Oleh sebab itu, tambahnya, melalui PPK Ormawa, diharapkan para mahasiswa dapat menjalankan proyek pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pembangunan desa dan berbasis potensi lokal.

“Kita ketahui bersama bahwa IPB University merupakan perguruan tinggi negeri terkemuka di Kabupaten Bogor dan terkenal sebagai pusat inovasi dan riset pertanian, maka kami sangat mendukung adik-adik mahasiswa untuk bisa menggali potensi kekayaan alam maupun pertanian di Kabupaten Bogor,” ungkap Jonny.

Lebih jauh Jonny memaparkan, tahun 2025 pendapatan per kapita Kabupaten Bogor berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp54,86 juta per kapita, per tahun.

“Memang, angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 4,71 persen dalam lima tahun terakhir. Namun persoalannya, itu belum dirasakan langsung oleh masyarakat desa, sehingga tadi, muncul pernyataan di Desa Barengkok hanya Rp500 ribu per bulan. Artinya masih jauh dari kata baik,” ujar Jonny.

Kaitan itu, Jonny juga memberikan “tantangan” kepada mahasiswa agar IPB mampu mengoptimalkan potensi Bumi Tegar Beriman sehingga berdampak bagi masyarakat desa.

BACA JUGA :  43 SDN dan Swasta Cibungbulang Ikuti Briliantren, Ini Manfaatnya

“Adik-adik ini harus kita dukung agar mereka kelak bisa memberikan dampak positif lewat program pemberdayaan di desa atau warga. Mahasiswa juga harus menjadi agen perubahan yang aktif dan mampu mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat luas,” tandasnya. (ci/meg/rdk)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor