0

KOTABUMI, INDONEWS Suara lantunan sholawat yang menggetarkan jiwa menggema di seantero Pondok Pesantren Darul Khoir, Kotabumi.

Ratusan kader berbaju kebesaran biru-kuning tampak memadati lokasi, menandai puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) oleh Pengurus Cabang (PC) Lampung Utara, Sabtu malam (25/4).

Bukan sekadar perayaan ulang tahun, momentum ini menjadi ajang “pemanasan” semangat bagi para aktivis mahasiswa di Bumi Ragem Tunas Lampung untuk kembali ke akar perjuangan: spiritualitas dan intelektualitas.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya jajaran Forkopimda Lampung Utara, tokoh agama, hingga para alumni senior yang memberikan dukungan moril bagi para kader muda.

Kehadiran elemen masyarakat sekitar pun membuat Ponpes Darul Khoir berubah menjadi lautan manusia yang khusyuk dalam doa.

“Harlah ke-66 ini adalah titik balik. Kami ingin PMII tidak hanya besar secara kuantitas, tapi juga matang secara gagasan dan aksi,” tegas Ketua PC PMII Lampung Utara dalam orasi singkatnya yang disambut riuh tepuk tangan kader.

BACA JUGA :  Jadwal PPDB Kabupaten Tubaba Dibuka Pertengahan Juni

Dalam sambutannya yang emosional, sang Ketua mengingatkan kembali jati diri kader PMII yang berlandaskan trilogi Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh.

Menurutnya, di tengah disrupsi zaman, kader PMII harus menjadi garda terdepan dalam solusi sosial, bukan sekadar penonton.

“Kegiatan sholawat ini adalah recharge energi. Kita mengetuk pintu langit agar perjuangan kita di bumi, baik dalam mengawal kebijakan maupun pengabdian masyarakat, selalu mendapat keberkahan,” tambahnya.

Puncak acara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa. Semangat yang terpancar dari wajah-wajah kader muda ini menunjukkan bahwa PMII Lampung Utara siap menjawab tantangan masa depan dengan kolaborasi nyata dan penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat (rahmatan lil ‘alamin).

Melalui momentum Harlah ke-66 ini, PC PMII Lampung Utara kembali mengirimkan pesan kuat: bahwa mereka tetap setia merawat tradisi, namun tak pernah lelah berinovasi untuk kemajuan daerah. (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan