0

BOGOR, INDONEWS | Program Peningkatan Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3AI) aspirasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang dibangun di Kampung Lewikaso, RT 01/03, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor diduga dikerjakan asal jadi.

Hal itu terlihat jelas pada pekerjaan yang kurang lebih baru selesai 60 persen, sudah menggantung, seakan tidak ada galian pondasi.

Menutut informasi Ketua RW, Agus juga Ketua Gapoktan yang mengelola program P3AI, bahwa yang dikerjakan kurang lebih 300 meter dengan lebar 40 centimeter.

“Namun, bangunan tersebut telah menggunakan dana talang, sedangkan dana pencairaan baru hari ini,” kata Agus, Sabtu (13/9/2025) lalu.

Menurutnya, pembangunanan irigasi tidak boleh menggunakan dana talangan karena seakan-akan pekerjaannya mencuri start.

“Bahkan bangunan itu belum selesai, masih ada yang harus dikerjakan memasuki tahap dua. Saya menolak bila uang yang terpakai belum dikembalikan. Kami tidak mau menyelesaikan bila dalam aggaraan itu tidak terbuka. Saya sangat kecewa,” ujarnya.

Kendati demikian, Agus memahami jika yang digunakan atas nama kelompok. Tetapi hingga saat ini, belum jelas.

BACA JUGA :  Pemuda LIRA Bogor Raya Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto

“Katanya sih ketuanya bu lurah atau bu kades. Soalnya yang pada datang ke sini BPD terus,” kata Agus.

Pembangunan irigasi tersebut menyerap dana sebesar Rp195 juta. Sementara untuk saluraan, pembangunan menghabiskan Rp60 jutaan menggunakan uang Agus.

“Masih ada sisa Rp8 juta, tapi kerjaan harus dibereskan. Saya tetap tidak mau,” ujarnya.

Setelah dihitung, imbuh Agus, untuk semua dewan sebesar Rp30 juta, pedamping 15 juta dan belum lagi untuk desa.

“Tentunya masih ada sisa kurang lebih sekitar Rp30 jutaan. Lalu mau dikemanakan kalau tidak terbuka,” katanya, setengah bertanya.

Agus juga menyesalkan adanya salah satu Ketua BPD berinisial J karena seolah cuci tangan dalam pekerjaan tersebut. Sedangkan ia ikut penanganan pekerjaan, namun sampai saat ini seakan-akan lepas dari tanggung jawab.

“Bila dilihat, pembangunan itu baru mencapai 80 persen. Jadi masih ada yang harus diselesaikan. Dan siapa yang harus bertanggungjawab terhadap pembangunan itu, semua para petugas di lapangan saling melempar, tanpa ada kejelasan,” pungkas Agus.

BACA JUGA :  Lokasi Pergudangan Kawasan Kirana Cipeucang Diduga Alih Fungsi Jadi Kawasan Pabrik

Namun, peryataan tersebut disesalkan Ketua PAC Pospera Caringin. Menurutnya, program P3AI ini memang usulan dewan, tapi soal permintaan dana hingga Rp30 juta, itu adalah bohong.

“Kalau meminta sampai Rp30 juta, itu bohong. Karena Bang Adian (Adian Napitupulu, red) mengusulkan program tersebut untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama para petani. Tidak sedikit pun meminta, apa lagi memotong karena program ini untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor