JAKARTA, INDONEWS | Ketua Presidium Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), dr. Reagen mengingatkat pentingnya Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melalui Kader Posyandu untuk memberikan obat cacing per enam bulan,
Obat cacing, kata Reagen, diberikan bagi anak-anak di sekolah, mulai tingaky PAUD, TK dan sekolah dasar.
“Penting juga ke depan agar Kemendagri dan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah menghidupkan kembali fungsi UKS di sekolah-sekolah bersama dengan puskesmas yangg memiliki kader di setiap desa sampai RT,” ucap Reagen, dalam keterangan resminya, Kamis (21/8/2025).
Pernyataan dr. Reagen tersebut menyusul viralnya di media sosial, Raya harus melawan penyakit yang dideritanya, hingga ia dinyatakan meninggal dunia pada 22 Juli 2025.
Dalam video yang beredar di medsos, menunjukan sejumlah cacing diangkat dari tubuhnya, dan disebutkan masih banyak telur atau larva yang bersemayam pada tubuh anak berusia 3 tahun itu.
Raya merupakan dari anak pasangan Udin (32) dan Endah (38) yang tinggal di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut dr. Reagen, kasus Raya ini menjadi sebuah alarm serius bagi kesehatan di Indonesia.
“Penyakit ini bisa diakibatkan infeksi yang disebabkan berbagai jenis parasit cacing, seperti cacing gelang (ascaris lumbricoides), cacing cambuk (trichuris trichiura) dan cacing tambang yang dapat berupa (necator americanus) dan (ancylostoma duodenale). Kasus Raya ini alarm bagi dunia kesehatan Indonesia,” jelasnya.
Oleh karena itu, Reagen menekankan pentingnya peranan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melalui kader posyandu untuk memberikan jaminan kesehatan bagi anak-anak di daerah. ***





























Comments