BIREUEN, INDONEWS | Warga Dusun Kuta Bunjei, Desa Bireuen Meunasah Reulet, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, digegerkan oleh aksi vandalisme yang terjadi pada Senin (21/4/2025) dini hari.
Dua unit mobil milik warga, termasuk milik Kepala SMAN 2 Peusangan, Hasballah, S.Pd., M.Pd., dan rumah milik seorang tokoh agama, Tgk. Munadi, menjadi sasaran pelemparan cat oleh orang tak dikenal (OTK).
Kendaraan yang menjadi korban adalah Toyota Avanza Luxury tahun 2014 dengan nomor polisi BL 1559 ZH milik Hasballah dan istrinya, Idayani, S.E., serta satu unit sedan milik Zulfan, warga setempat.
Tak hanya kendaraan, rumah Tgk. Munadi juga turut disiram cat, memperkuat dugaan bahwa aksi ini dilakukan dengan motif tertentu.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.00 hingga 01.00 WIB dan baru diketahui pada pukul 05.30 WIB saat pemilik hendak melaksanakan salat Subuh.
Sayangnya, tidak ada saksi mata maupun kamera pengawas (CCTV) yang merekam kejadian tersebut, sehingga identitas pelaku masih menjadi misteri.
Ditemui awak media pada Jumat (25/4/2025), Hasballah mengaku kecewa dan prihatin atas tindakan tidak bertanggung jawab tersebut. Menurutnya, peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian secara materi, tetapi juga mencoreng rasa aman warga.
“Saya benar-benar menyayangkan tindakan ini. Saya pribadi merasa malu karena ini terjadi di lingkungan rumah saya, padahal kami tidak pernah punya masalah dengan tetangga ataupun orang lain,” ujarnya.
Hasballah menegaskan bahwa ia dan keluarganya selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Ia juga menyampaikan harapan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Berbuat tidak baik kepada orang lain tidak akan membawa manfaat, bahkan justru menciptakan keresahan. Saya berharap pelakunya segera tertangkap agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas di masyarakat,” tambahnya.
Hingga saat ini, motif pelaku masih belum diketahui. Dugaan sementara berkisar pada kemungkinan aksi iseng, balas dendam pribadi, atau bahkan kesalahpahaman terkait parkir kendaraan. Namun, seluruh dugaan tersebut belum memiliki dasar yang kuat dan masih dalam tahap penyelidikan.
Warga sekitar mengaku cemas dan berharap pihak berwenang segera mengambil langkah tegas. Aksi pelemparan cat ini dianggap tidak hanya merugikan secara fisik, tapi juga berdampak psikologis bagi warga sekitar.
“Warga berharap kasus ini cepat diusut tuntas. Jangan sampai kejadian ini menular ke wilayah lain dan membuat masyarakat semakin resah,” ujar Zulfan, seorang warga setempat.
Warga berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius agar tercipta kembali rasa aman dan kondusif di lingkungan permukiman mereka. (Hendra)





























Comments