BOGOR, INDONEWS – Kasus siswa SMAN 1 Cileungsi yang diduga dipaksa mengundurkan diri oleh pihak sekolah karena dituduh melakukan kesalahan saat study tour ke Bali beberapa hari lalu, menjadi sorotan berbagai pihak.
Aktivis sekaligus Ketua DPC LSM Penjara Kabupaten Bogor, Romi Sikumbang pun ikut menyorotinya.
“Kami telah berkirim surat ke Kepala UPT KCD Wilayah 1 Kabupaten Bogor. Kami meminta KCD melakukan tindakan konkrit, apakah ada sanksi administratif berupa teguran atau mutasi terhadap Kepala SMAN 1 Cileungsi, jika perlu sanksi hukum,” ujarnya, saat ditemui wartawan di kantornya, bilangan Cileungsi, Selasa (17/1/2023).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, KCD telah melakukan pemanggilan terhadap pihak sekolah sehingga tidak jadi atau batal mengeluarkan tujuh siswa tersebut.
“Harus ada punishment dari KCD, bukan hanya dipanggil dan diingatkan. Tapi harus diberikan sanksi hukum kepada pihak sekolah karena secara tidak langsung kejadian tersebut bagian dari kelalaian sekolah dalam pengawasan,” tegasnya.
Menurut Romi, akibat hal ini siswa dan orangtua siswa secara mental menjadi terganggu sehingga itu merugikan orangtua siswa.
“Untungnya kasus ini diketahui publik, sehingga sekolah tidak jadi mengeluarkan siswa tersebut. Coba kalau tidak diketahui publik, mungkin akan terjadi (7 siswa dikeluarkan sekolah, red),” ungkapnya.
Beri Sanksi
Romi menegaskan, atas kasus ini pihaknya menuntut KCD memberikan sanksi baik kepada sekolah, komite, guru, wali kelas dan ketua panitia study tour.
“Jika pihak sekolah tidak diberikan sanksi, maka akan menjadi catatan buruk bagi dunia pendidikan, yang nantinya cara ini akan dipakai sekolah untuk menutupi kesalahan sendiri,” ujarnya.
Ia mengatakan, jika KCD tak bisa memberikan sanksi, LSM Penjara kami melaporan ke Oumbudsman Pusat untuk mengawal kasus ini.
Sementara Kasi Pengawasan KCD Wilayah 1, Ridwan Mujani saat dikonfirmasi, tidak menjawab hingga berita ini turunkan. (Firm)




























Comments