0

BOGOR, INDONEWS – Tidak adanya vaksin anti rabies di tiga rumah sakit besar di wilayah Bogor Timur, membuat kesulitan warga yang ingin berobat jika mengalami kasus digigit kucing atau anjing.

Sekelas rumah sakit pemerintah RSUD Cileungsi pun tidak menyediakan vaksin anti rabies, seperti dikeluhkan warga Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa hari lalu, yang anaknya digigit kucing liar.

Terkait hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muad Khalim dari Fraksi Partai PDI Perjuangan membenarkan bahwa vaksin anti rabies tidak ada di beberapa rumah sakit di Bogor Timur.

“Setelah saya konfirmasi ke Kadinkesnya langsung, bahwa memang benar tidak ada (obat anti rabies, red) di rumah sakit,” katanya, usai menghadiri sebuah acara acara di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Kamis (25/8/2022).

Muad menjelaskan mengapa obat anti rabies tidak tersedia, karena menurut keterangan pihak dinkes bahwa kasus warga terjangkit rabies jarang terjadi, dan belum ada hingga saat ini.

BACA JUGA :  Bersama Wamenhaj dan Gubernur Jabar, Bupati Bogor Kupas Penguatan Layanan Haji

“Keterangan dinkes, kasus warga terkena rabies jarang, nyaris tidak ada. Tapi vaksin anti rabies dialokasikan oleh dinkes adanya Puskesmas Citeureup,” ucapnya.

Walau demikian, Muad Khalim berjanji akan meminta dinkes menyediakan obat anti rabies di Boogor Timur, tidak hanya di satu tempat.

“Saya akan meminta pihak dinkes untuk mengalokasikan kembali vaksin tersebut di Bogor Timur, bukan hanya ada di Puskesmas Citeureup, tapi puskesmas lainnya yang ada di wilayah Bogor Timur, karena Puskesmas Citeureup bukan masuk Bogor Timur,” tuturnya.

Sebelumnya, warga Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor Jawa Barat menjadi korban gigitan kucing liar. Orang tuanya sempat khawatir dengan kondisi kesehatan anaknya dan membawa berobat ke tiga rumah sakit besar di wilayah Bogor timur.

Namun sangat disayangkan, menurut pengakuan orang tua korban inisial HM (4), Manurung tiga rumah sakit yang dikunjunginya tidak tersedia vaksin anti rabies hingga akhirnya pulang dengan kecewa.

Dari tiga rumah sakit, dua di antaranya RSUD Cileungsi dan RS Permata Jonggol. saat dikonfirmasi awak media kepada humasnya masing-masing, mengaku tidak mempunyai stok obat tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak farmasi. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor