BOGOR, INDONEWS — Bantuan Keuangan Kabupaten Bogor untuk infrastruktur desa lamban pengawasan, sehingga berbagai polemik di lapangan muncul ketika anggaran ini digunakan secara sepihak, tanpa musyawarah dengan warga setempat.
Seperti di Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, bantuan infrastruktur dari kabupaten ini diterima senilai satu miliar rupiah yang digunakan untuk rabat beton, pengaspalan dan perbaikan jembatan yang di wilayah Desa Tugu Jaya.
Peebaikan jembatan sendiri berlokasi di Kampung Citugu, RT 05, RW 011 dengan nilai anggaran untuk tahap pertama Rp.213 juta dan untuk tahap kedua Rp142 juta, kini menuai polemik antara warga dan kebijakan kades yang dinilai sepihak.
Ketua RW 011, Jajat mengaku tidak pernah diajak musyawarah terkait pembangunan jembatan tersebut.
“Tiba-tiba jembatan ini akan dibangun dan diborongkan pelaksanaannya ke orang Jasinga,” ucapnya.
Ia mengaku kecewa dengan keputusan kades tersebut, karena harus diborongkan kepada orang jauh.
“Kan di wilayah kita juga banyak yang mampu melaksanakan perbaikan jembatan tersebut, dan itu hanya jembatan kecil yang hanya dilalui motor. Harusnya sebelum pembangunan kades musyawarah dulu, jadi kita juga merasa dihargai dan didaerah kita juga banyak yang bisa melaksanakan proyek jembatan itu,” tambahnya.
Akibat kurangnya pengawasan dalam pelaksanaan, bantuan Kabupaten Bogor ini disinyalir banyak kejanggalan sehingga menimbulkan tanda tanya besar kenapa proyek tersebut diborongkan. **





























Comments