0

BOGOR, INDONEWS – Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam membangun perekonomian nasional, termasuk perekonomian daerah.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi, SP, M.Si,

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi, SP, M.Si,

Demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi, SP, M.Si, kepada media-indonews.com, Selasa (28/1/2023).

Menurut Tatang, sektor pertanian berfungsi sebagai penyedia bahan pangan untuk ketahanan pangan masyarakat, sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, penyedia lapangan kerja serta sumber pendapatan masyarakat.

“Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menyebutkan bahwa perencanaan pangan dilakukan untuk merancang penyelenggaraan pangan ke arah kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan,” jelasnya.

Menurut Bappenas (2021), tutur dia, penduduk Indonesia menghasilkan 115-184 kg/kapita/tahun sampah makanan dan kehilangan hasil produk pertanian (food losses and waste atau FLW). Timbulan sampah makanan dan kehilangan hasil produk pertanian terbesar terjadi di tahap konsumsi terutama komoditas tanaman pangan.

“Sementara komoditas hortikultura, khususnya sayuran menyumbang 62,8% dari total kehilangan hasil di sektor pertanian. Oleh karena itu, penyimpanan hasil panen merupakan tahapan paling penting dalam menjaga kualitas produk hortikultura setelah proses pemanenan,” jelasnya.

Tatang mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) turut mendukung pertanian hortikultura.

“Tahun 2022, Distanhorbun telah membangun Rumah Penampungan Hasil (RPH) di kelompok tani Bumi Cianten Endah Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan dan beberapa unit RPH di lokasi lainnya pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Wow! Inovasi Kantah Kabupaten Bekasi Berpotensi Diadopsi Pusat

Upaya pembangunan RPH ini sebagai salah satu langkah nyata Distanhorbun dalam penerapan Good Handling Practices (GHP) sehingga dapat menekan kehilangan hasil/food losses di sektor hortikultura. Pembangunan RPH ini juga merupakan salah satu dukungan pemerintah untuk pengembangan kawasan hortikultura khususnya di Kabupaten Bogor.

“Rumah penampungan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah membantu petani sebagai stasiun penampungan sementara hasil panen dari para petani yang menjadi anggota Kelompok tani Bumi Cianten Endah,” ujarnya

Selama ini, imbuh Tatang, aspek pemasaran para petani di kelompok tani Bumi Cianten Endah bergantung kepada tengkulak. Untuk memutus mata rantai pemasaran yang selama ini berada di tangan tengkulak, maka salah satu cara melalui pemberdayaan fungsi kelompok tani Bumi Cianten Endah dalam memotong rantai pemasaran.

“Dengan upaya tersebut, petani tidak lagi tergantung tengkulak bahkan petani mendapatkan harga yang lebih menguntungkan. Saat ini anggota kelompok tani Bumi Cianten Endah memasarkan cabai, timun, kacang panjang, tomat, buncis, dan jenis sayuran lainnya langsung ke Pasar Induk Teknik Umum (TU) Kemang, Bogor setiap tiga hari sekali minimal 2 hingga 2,5 ton,” jelasnya

Dukungan Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) dapat mengambil peran strategis khususnya dalam penetapan berbagai kebijakan bagi pertumbuhan usaha.

Pemerintah juga dapat memainkan peran sebagai fasilitator pemasaran dan logistik, seperti yang telah dilakukan melalui Program Beras Carita Makmur dimana pada tahun 2022 produk beras Carita Makmur yang diproduksi oleh petani Kabupaten Bogor sebanyak 833,50 ton dan telah dibeli oleh sebagian besar Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Fun Bike Hari Jadi Kabupaten Bekasi Ke-73 Disemarakkan Ribuan Pesepeda

“Selain itu, dukungan program pembiayaan pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berkembangnya peran start up di bidang financial technology (fintech) serta penyediaan logistik berupa micro cold storage disetiap RPH semakin membuka peluang penambahan area distribusi dan penjualan produk pertanian berbentuk frozen vegetables guna menjaga kualitas produk pertanian lebih tahan lama,” paparnya.

Tatang menilai, Kabupaten Bogor yang memiliki 40 kecamatan dengan karakteristik wilayah dan produk yang beragam dan menjadikannya unggul secara komparatif maupun kompetitif menjadi peluang tersendiri.

Keberadaan desa wisata berbasis digital yang menjadi program utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hingga keberadaan kelembagaan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) maupun Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa) yang dibina oleh Kemendesa PDTT dapat sebagai multiplier effect dan menjadi peluang emas produk pertanian untuk berkembang pesat.

“Selain itu dukungan pemerintah agar produk pertanian lokal memiliki daya saing dapat melalui pemberian subsidi terkait biaya distribusi produk sehingga lebih ekonomis serta melalui kolaborasi antar usaha ekspedisi maupun dukungan bagi bertumbuhnya usaha pengolahan hasil komoditas unggulan,” bebernya.

Peluang Penyuluh

Merujuk Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2022 tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian yang mensyaratkan perluasan cakupan tugas dan fungsi penyuluhan. Penyuluh harus mampu memberikan peran dan dukungan yang kuat dalam pencapaian ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA :  Porprov Jabar: Ski Air dan Wakeboard Kabupaten Bekasi Koleksi Total 3 Medali Emas

“Tiga dimensi cakupan yang dimaksud meliputi dimensi ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan. Penyuluh menjadi jembatan antara pelaku utama (petani/peternak) dengan pelaku usaha pertanian terkait akses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup,” jelas Tatang.

Berdasarkan Peraturan Presiden tersebut, maka syarat kompetensi penyuluh pertanian tidak hanya bercocok tanam atau budidaya, tapi dituntut bertranformasi menuju pendampingan dalam meningkatkan nilai tambah produk sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan petani.

Selain itu, kemampuan lain yang harus dimiliki penyuluh adalah penguasaan pemasaran baik skala nasional maupun internasional dan pemanfaatan pangan.

Petani perlu dibantu meningkatkan posisi tawarnya dengan cara menghubungkan petani langsung kepada konsumen, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital atau pemasaran online.

Hasil Pertanian di Rumah Penampungan Hasil (RPH)

Hasil Pertanian di Rumah Penampungan Hasil (RPH)

Dalam aspek pemasaran, masih kata Tatang, peran penyuluh mendampingi para petani sangat diperlukan dalam merencanakan, membangun, dan mempertahankan jaringan pasar.

“Di era digital, penyuluh pertanian harus dapat memaksimalkan fungsinya sebagai seorang marketer, promoter, hingga konten kreator, karena para penyuluh memahami potensi desa, keunggulan produk, dan kearifan lokal yang dianut masyarakat setempat,” jelasnya.

“Para penyuluh harus dapat merepresentasikan dan mempromosikan keunggulan produk petani binaannya. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) beserta jajarannya mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor menuju petani sejahtera dan terciptanya kemandirian pangan,” tandas Tatang. (Dede Sopyandi, SP/Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Bogor)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Adventorial