0

BANGKA, INDONEWS – Kembali, perairan Batu Hitam, Mengkubung, Riding Panjang, Kecamatan Belinyu dikeroyok puluhan unit ponton TI Rajuk Tower ilegal, Rabu (01/11/2023).

Tidak ada istilah jera bagi para penambang untuk terus berulang-ulang mencoba memasuki perairan wilayah tangkap nelayan tersebut. Walau pun sudah berkali-kali diimbau dan diusir para warga dan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait.

Tadi, sejumlah warga Mengkubung langsung turun ke lokasi untuk meminta aktivitas tersebut berhenti dan pergi dari wilayah perairan batu hitam. Namun imbauan tersebut tidak dipedulikan dan sempat terjadi cekcok mulut dengan penambang.

“Tadi warga sudah turun meminta aktivitas berhenti, sempat mesin dimatikan, namun terjadi cekcok, hampir ribut, terus adanya pengancaman terhadap warga, aktivitas pun berlanjut,” kata salah satu warga, kepada wartawan.

Karena Susana sudah mulai tidak kondusif, warga pun segera meninggalkan ponton-ponton tersebut, warga berharap agar APH segera turun ke lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, mengingat para penambang sudah hampir membabi-buta.

Kasat Polair Polres Bangka, IPTU Andy Hendarwanto saat dikonfirmasi wartawan mengaku akan segera menindaklanjutinya.

BACA JUGA :  Perdana, Kadis Pertanian dan Perkebunan Bireuen Hadiri Panen Jagung Pertiwi 6

“Info diterima, terima kasih, segera kami tindaklanjuti,” kata IPTU Andy.

Sudah saatnya APH jangan hanya cukup dengan mengimbau saja. Lakukan penegakan hukum (law enforcement) secara tegas. Tangkap para penambang seperti sebelumnya yang telah dilakukan di pesisir pantai mengkubung beberapa waktu lalu. [Tim]

You may also like

Comments

Comments are closed.