0

BOGOR, INDONEWS | Sarana prasarana untuk menunjang kualitas pendidikan harus ditopang dengan infrastuktur yang memadai, guna tercapainya tujuan program pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa.

Demi terwujudnya tujuan tersebut, tentu harus ditunjang dengan fasilitas yang mendukung, paling pokok gedung sekolah atau ruang kelas belajar (RKB).

Hal itu sangat diharapkan oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batulayang, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang mana jumlah murid sangat banyak namun RKB masih kurang, sehingga saat pembelajaran anak-anak harus dipangkas hingga 30 menit setiap kelasnya.

Kepala Sekolah (Kepsek) juga K3S Cisarua, Abdul Latif saat diwawancarai pada Selasa (15/7) mengatakan, SD Batulayang memiliki jumlah siswa 780, sementara ruang kelas hanya ada 9.

Di desa ini hanya ada satu sekolahan, sehingga orangtua siswa tidak memiliki pilihan lain.

“Rombelnya ada 22, sedangkan ruang kelas hanya 9. Kami sudah sering mengaukan proposal, terakhir kebagian di tahun 2025. Mudah-mudahan di tahun 2025 bantuan darurat tersebut bisa terealisasikan,” katanyaa.

Ia menuturkan, pada musrenbang tiap tahun pihaknya juga sudah mengajukan proposal, tetapi jawaban yang diterima alasannya keterbatasan anggaran, adanya pemotongan anggaran dan sebagainya.

BACA JUGA :  Kepala BPMP Aceh Kunjungi Disdikbud Aceh Selatan

Terkait proses pembelajaran, Abdul Latif menjelaskan, pembagian kelas 1 sampai jam 10.00 WIB, setelah kelas 1 masuk kelas 2.

“Kelas 1 dan kelas 2 ada 4 kelas. Setelah kelas 2 selesai masuk kelas 3 sekitar puku 13.00 WIB. Pembelajaran dikurangi 30 menit karena keterbatasan. Kalau kelas 6 full dari pagi dengan ruang kelas sebanyak 3 kelas. Kalau untuk murid kelas 1, ada 4 kelas dan kelas 5 ada 2 kelas,” paparnya.

Pihaknya berharap bantuan RKB ini bisa segera terwujud dan terealisasi tahun ini agar pembelajaran di sekolah lebih maksimal. (Nurman/Vina)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan