BOGOR, INDONEWS | Calon Bupati Bogor nomor urut 2, H. Raden Bayu Syahjohan mengungkapkan, berdasarkan catatan blusukannya ke sejumlah daerah di Kabupaten Bogor, mayoritas masyarakat mengeluhkan sarana dan prasarana (sapras) sekolah.
“Saya sering katakan bahwa dunia pendidikan Kabupaten Bogor masih timpang, belum optimal, sehingga apa yang dikeluhkan masyarakat menyoal sekolah sangat saya pahami,” kata Bayu, saat berkampanye di Inkopad, Blok J2 Nomor 06, RT 17, RW 06, Desa Sasak Panjang, Tajurhalang, Sabtu (5/10).
Menurut Bayu, secara umum keberadaan sekolah, khususnya SMP di Kabupaten Bogor masih kurang sehingga menjadi beban berat bagi warga Bumi Tegar Beriman.
“Warga mengeluhkan sarana dan prasarana sekolah, yang mana jumlah lulusan siswa SDN sangat tidak seimbang dengan jumlah tampung di SMPN. Solusinya, kita mesti tambah SMPN di desa-desa,” ungkap Bayu.

Bayu menjabarkan, wacana penambahan gedung sekolah atau sekolah baru itu telah ia tuangkan dalam program yang dinamai NAWA BAMUS, termasuk di dalamnya ada jaminan pendidikan bagi masyarakat.
“Harus dipahami, tidak semua warga Kabupaten Bogor mampu secara ekonomi, jadi penambahan sekolah baru saja tidak cukup, maka jika saya dipercaya memimpin Kabupaten Bogor, saya akan tambah juga anggaran untuk jaminan sekolah bagi warga kurang mampu, misalnya bantuan biaya masuk SMP, untuk seragam dan lainnya,” papar Bayu.
Kang Bayu, sapaan akrabnya, menyebutkan jika sekolah baru itu dibangun di daerah-daerah yang padat penduduk namun langka gedung sekolah.
“Nanti kita beli lahan untuk dibangun SMPN baru. Kemudian apabila kesulitan mendapat lahan, kita bisa tambah ruang kelas di SMPN yang sudah ada. Selain itu, untuk menangani permasalahan krusial ini secara maksimal, kita gandeng para ahli untuk ikut merumuskannya,” jelas Bayu.
Bayu mengakui, masyarakat Kabupaten Bogor saat ini menanggung beban berat lantaran minimnya infrastruktur sekolah. Masyarakat Kabupaten Bogor bagian barat dan bagian timur juga masih mengalami kesulitan untuk bersekolah di tingkat SMP.
“Masyarakat desa masih harus bersekolah di tingkat kecamatan, sehingga membutuhkan biaya pendidikan yang cukup besar untuk bertransportasi dan akomodasi. Kalau bisa bangun SMP di desa, kenapa tidak. Tentu itu akan mengurangi beban tadi,” katanya.
Maka dari itu, Bayu menegaskan, jika dirinya terpilih menjadi Bupati Bogor, hal pertama yang dilakukan untuk mengatasi ketimpangan pendidikan adalah menyiapkan anggarkan untuk pembangunan SMP di desa agar bisa menjangkau masyarakat.
“Tentunya saya tidak bisa bergerak sendiri, harus ada para ahlinya, dan terpenting keterlibatan masyarakat agar kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi dengan baik. Dan untuk mewujudkan itu semua tentu saya harus memiliki kapasitas dan wewenang, yakni jadi Bupati Bogor. Jadi mohon doa dan dukungannya. Mari kita wujudkan keinginan kita bersama-sama,” tandas Bayu. (bon)





























Comments