0

BANDUNG, INDONEWS – Sebagai upaya mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran (Kamseltibcar) menjelang arus mudik lebaran, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar bersama sejumlah instansi terkait menggelar Operasi Keselamatan Lodaya 2026 dengan menitikberatkan pada kegiatan pre-emptive dan preventif di jalan raya.

Operasi yang memasuki hari ke-10 (H+10) ini difokuskan untuk memastikan kesiapan pengemudi serta kelaikan kendaraan menjelang arus mudik Lebaran dan pelaksanaan Operasi Ketupat dalam dua pekan mendatang.

Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Bandung.

Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik jalan umum, termasuk wilayah Soreang, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini merupakan upaya pre-emptive dan preventif untuk mengecek kesiapan manusia dan kendaraan.

“Kami memastikan para pengemudi siap serta kendaraan yang akan digunakan saat Lebaran benar-benar laik jalan,” kata Raydian kepada wartawan disela sela kegiatan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di pintu keluar Gerbang Tol Soroja, Selasa, 10 Februari 2026.

BACA JUGA :  Preman Pemeras Pedagang Sayur di Bekasi Timur Diciduk Polisi

Selama pelaksanaan operasi di seluruh jajaran Polda Jabar, petugas tercatat telah melaksanakan sekitar 2,5 juta kegiatan pre-emptive.

Kegiatan tersebut didominasi penyebaran imbauan keselamatan melalui brosur dan leaflet yang mencapai sekitar 1,3 juta lembar. Selain itu, edukasi melalui media sosial juga digencarkan dengan total sekitar 600 ribu kegiatan kampanye keselamatan berlalu lintas.

Raydian menambahkan, petugas turut melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah, perusahaan, serta komunitas masyarakat guna meningkatkan kesadaran berlalu lintas.

Upaya edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pengguna jalan sebelum memasuki masa puncak arus mudik.

“Dengan berbagai kegiatan ini, kami berharap saat Operasi Ketupat nanti situasi lalu lintas lebih aman dan masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan lapangan, mayoritas kendaraan dan pengemudi dinilai sudah memenuhi persyaratan. Petugas hanya menemukan sejumlah kecil pelanggaran administratif, seperti pengemudi yang lupa membawa surat-surat kendaraan.

Ia menjelaskan, kendaraan yang dinyatakan laik jalan melalui proses ramp check diberikan stiker sebagai tanda kelulusan pemeriksaan.

Stiker tersebut juga menjadi penanda bagi petugas di lapangan agar tidak melakukan pemeriksaan ulang, sehingga perjalanan penumpang tidak terganggu.

BACA JUGA :  PT. ALM Akhirnya Angkat Bicara Terkait Proyek Pemasangan Pipa Air Bersih

“Kendaraan yang sudah lulus ramp check tidak akan diperiksa lagi oleh kasat lantas berikutnya. Ini untuk menjaga kelancaran perjalanan penumpang,” ucapnya.

Meski demikian, Raydian mengakui bahwa pemeriksaan yang dilakukan petugas sempat memperlambat perjalanan sejumlah kendaraan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan tersebut.

“Kami mohon maaf jika sempat mengganggu perjalanan. Namun tujuan utama kami adalah menjaga keselamatan dan menyelamatkan nyawa manusia di jalan,” katanya.

Polda Jabar mengimbau masyarakat, khususnya pengemudi angkutan umum dan kendaraan pribadi, untuk memastikan kondisi kendaraan serta kelengkapan dokumen sebelum melakukan perjalanan jauh.

Kepolisian berharap sinergi antara aparat dan masyarakat dapat menciptakan situasi lalu lintas yang tertib serta menekan potensi kecelakaan selama periode mudik Lebaran 2026. (yd/fz)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Ragam