BEKASI, INDONEWS — Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat dituntut memberikan layanan yang optimal. Namun, warga mengeluhkan pelayanan Puskesmas Jatikramat, Kota Bekasi.
Berdasarkan keluhan warga, sejumlah fasilitas penunjang pelayanan kesehatan di Puskesmas Jatikramat dilaporkan tidak dapat digunakan secara optimal.
Salah satu yang paling krusial adalah alat penambal gigi yang tidak dapat difungsikan, sehingga menghambat pelayanan kesehatan gigi bagi pasien.
Menanggapi keluhan tersebut, dr. Reni, selaku Kepala Puskesmas UPTD Jatikramat Kota Bekasi, Jawa Barat, memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa alat-alat di poli gigi tidak mengalami kerusakan, melainkan pelayanan tindakan terhenti sementara akibat rusaknya alat sterilisasi.
“Saya tegaskan di sini, alat-alat di poli gigi selama ini tidak rusak. Namun karena alat sterilisasi yang rusak, alat-alat tersebut tidak bisa disterilkan untuk tindakan. Jika dipaksakan, justru berisiko menimbulkan infeksi. Oleh karena itu, pelayanan tindakan kami hentikan sementara. Jika alat sterilisasi sudah tersedia dan berfungsi kembali, insyaallah pelayanan di poli gigi akan berjalan seperti sebelumnya,” jelas dr. Reni, Kamis (18/12/2025).
Namun demikian, meski telah ada penjelasan dari pihak Puskesmas, kondisi ini tetap memunculkan tanda tanya publik terkait pengelolaan dan penggunaan dana pemeliharaan puskesmas, yang seharusnya dialokasikan untuk memastikan seluruh peralatan kesehatan dalam kondisi layak pakai dan siap digunakan setiap saat.
Masyarakat berharap adanya perbaikan cepat dan transparan, agar pelayanan kesehatan, khususnya di poli gigi Puskesmas Jatikramat, dapat kembali berjalan normal tanpa mengorbankan keselamatan dan hak pasien. (Supri)




























Comments