0

SERANG, INDONEWS – Eceng Gondok atau Eichhornia Crassipes merupakan tumbuhan gulma di wilayah perairan yang hidup terapung pada air yang dalam.

Eceng Gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan, sehingga masyarakat sangat tergganggu.

Demikian disampaikan Kepala Desa Pontang Legon, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Khaerudin, saat dikonfirmasi Media-Indonews.com di ruang kerjanya, Senin (25/7/2023).

“Terkait maraknya tumbuhan liar Eceng Gondok yang tumbuh dengan pesat tersebut, kepada dinas terkait segera untuk menangani, karena dampaknya masyarakat terganggu. disaat mau mandi maupun nyuci piring mereka merasa kesulitan,” katanya.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan ke pihak bale besar, namun sampai detik ini belum ada tanggapan, bahkan jawaban yang pasti dan sampai kapan mau seperti ini,” ujarnya, dengan nada resah.

Di tempat terpisah, Pendamping Desa Pontang Legon, Wawan Juhanda menyebut,  solusinya adalah harus melalui pelatihan dan kemanfaatan dari eceng gondok tersebut.

Warga RT 04, RW 02, Kampung Pontang Legon, Jayanti secara pribadi merasa tergganggu akibat eceng gondong yang bahkan mempersulit saat mau mandi. Di sisi lain, air tersebut keruh dan warnanya kehitaman.

BACA JUGA :  Si Doel Jabarkan Nilai 4 Pilar Kebangsaan Kepada Pemuda

“Kasihan yang tidak punya jetpump. Buat mandi saja enggak bisa, apalagi buat kebutuhan sehari-hari terutama untuk minum,” pungkasnya. (Rochim/Yani)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Banten