0

BOGOR, INDONEWS – Meski sudah rampung, namun pembangunan jembatan Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor menyisakan dugaan korupsi.

Demikian dikatakan Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Bogor Raya, Jonny Sirait saat dimintai komentarnya atas kejanggalan pada pembangunan jembatan Ciburuy, Jumat (24/6/2022) sore.

Sebelumnya, pembangunan jembatan dikerjakan PT. Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) dengan anggaran Rp. 300 juta dari bantuan keuangan Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

Foto jembatan yang sudah selesai dikerjakan oleh pihak desa pada 22 Mei 2022.

Sebagaimana keterangan Eko, salah satu perangkat Desa Ciburuy, bahwa pembangunan jembatan tidak diteruskan PT. PPE. Selanjutnya dikerjakan oleh pihak desa dengan uang pribadi.

“Pembangunan jembatan tersebut memang sudah terselesaikan oleh desa pada tangga 22 Mei 2022 lalu. Namun patut digarisbawahi bahwa proyek diteruskan dengan dana pribadi desa. Lantas uang yang Rp. 300 juta untuk menyelesaikan jembatan ke mana? Tentunya diduga masuk kantong PT. PPE yang tak menyelesaikan pekerjaan,” ungkap Jonny Sirait.

Jonny menambahkan, GMPK yang didirikan mantan petinggi Polri dan KPK, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Bibit Samad Rianto, tak habis pikir dengan kinerja PPK. Di mana GMPK banyak menerima laporan minor dari beberapa desa atas pekerjaannya.

BACA JUGA :  Masyarakat Bandar Abung Peringati Malam Nuzulul Qur'an, Ini Pesan Kades

“Kami meminta aparat penegak hukum memeriksa PT. PPE atas sejumlah dugaan pelanggaran. Data-datanya ada pada kami. GMPK juga akan terus bergerak agar uang rakyat ini tidak masuk kantong pribadi,” ujar Jonny.

Atas proyek jembatan tersebut, hingga berita ini ditayangkan Kepala Desa Ciburuy belum bisa dikonfirmasi dengan berbagai alasan menurut stafnya. (bintono)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Wajah Desa