0

BOGOR, INDONEWS – Remaja adalah elemen penting dalam sebuah masyarakat. Mereka adalah calon penerima estafet kepemimpinan bangsa dari level tertinggi hingga di wilayah terkecil.

Oleh sebab itu pembinaan terhadap mereka adalah suatu langkah yang penting dan strategis yang harus dilaksanakan oleh semua pihak, khususnya Polri dan pemerintah pusat, provinsi, daerah kecamatan hingga desa.

“Pembinaan kepada anak-anak Rojali (Rombongan Remaja Peduli Lingkungan), merupakan pembinaan kedua sebagai wujud komitmen kami dengan kepala desa selama satu bulan kedepan yang akan diawasi langsung oleh kami,” kata Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Trinugraha Hidayat, Kamis (26/1/2023).

Beberapa hari lalu, pada saat berbincang-bincang di Poskamdes Gunung Putri terlintas singkatan Rojali ini adalah Rombongan Remaja Peduli Lingkungan, sehingga dirubah karena pihaknya mengharapkan image negatif ini bisa pelan-pelan menjadi image positif.

“Dan anak-anak lain pun yang mungkin pada sore hari tidak ada kegiatan bisa ikut bergabung, baik komunitas-komunitas remaja yang lain. Karena peduli lingkungan ini bisa diartikan secara luas lingkungan hidup atau lingkungan sekitar,” paparnya.

“Kenapa pembinaan ini kami lakukan, karena awalnya Rojali sering membuat resah masyarakat dengan membuat konten menghentikan truk di jalan. Nah dari Desa Gunung Putri sudah sering mengingatkan, menegur sampai membina. Puncaknya pada minggu lalu, menimbulkan korban jiwa. Maka kami sepakat bahwa kegiatan ini sudah menjadi isu nasional,” tambahnya.

BACA JUGA :  Diduga Hendak Tawuran, 5 Remaja Diamankan Aparat Polsek Cileungsi

Ternyata, kata Bayu, kejadian remaja meninggal karena menghentikan truk di jalan bukan hanya di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, namun ada juga Bekasi, Jakarta, Tangerang dan sekitarnya.

“Sehingga kami sepakat membuat satu program kegiatan yang benar-benar serius untuk memutus mata rantai kegiatan negatif mereka, sehingga ditangani secara menyeluruh,” katanya.

“Kemarin pada saat kita membubarkan komunitas Rojali melibatkan RT, RW, orang tua, kadus, dinsos, kepala desa dan koramil untuk melakukan pendataan sekaligus mereka berikrar untuk tidak lagi menjadi komunitas Rojali yang awalnya disebut ‘Rombongan Jamaah Liar’. Selanjutnya kami mengarahkan kegiatan mereka sehari-hari sehingga setiap pulang sekolah dipantau kegiatannya,” terangnya.

Bayu menambahkan, pihaknya mengajak mereka membersihkan saluran air dan diarahkan untuk membantu membersihkan masjid, mushola dan kegiatan positif lainnya.

“Kedepannya Pemerintah Desa Gunung Putri akan melibatkan remaja-remaja ini dalam mengelola potensi yang ada di desa, sehingga bisa menjadi tambahan ilmu pengetahuan sebagai bekal mereka nanti setelah lulus sekolah, mulai dari pelatihan budidaya magot, kemudian ketahanan pangan, taman baca budidaya ternak dan lele dan lain sebagainya. Ini bisa menjadi momentum agar anak-anak itu bisa mempunyai keahlian, keterampilan yang bernilai positif, bahkan nantinya bisa menghasilkan,” paparnya.

BACA JUGA :  Pasca Kasus KPK Gadungan, Pejabat Disdik Bogor Terkesan Ngumpet

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Daman Huri mengapresiasi program polsek. Menurut ini bisa menjadi contoh untuk wilayah lainnya.

“Atas nama Pemerintah Desa Gunung Putri, saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas peran aktif Polsek Gunung Putri yang telah memberikan satu pembinaan terhadap anak-anak kita yang kebetulan kemarin terjadi satu insiden dalam pembuatan konten negatif,” ucapnya.

Pembinaan ini, menurutnya sudah seharusnya dilakukan, bukan hanya sesaat. Sehingga bisa menjadi edukasi wilayah lain. Diharapkan program ini bisa menularkan hal positif kepada anak-anak lain yang kebetulan memang perlu  penanganan secara khusus, sehingga butuh support dari semua pihak, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

“Saya kira masalah kenakalan anak-anak ini adalah suatu kewajiban kita bersama. Karena walau bagaimanapun mereka itu anak bangsa yang memiliki satu persamaan hak untuk hidup layak di negara ini. Saya juga berharap nanti dari dinas sosial bisa berperan aktif terhadap langkah-langkah kerja yang sudah digagas oleh polsek, koramil, Pemdes Gunung Putri dan Muspika Gunung Putri, sehingga akan berkembang khususnya di Kabupaten Bogor, dalam pembinaan anak-anak yang punya kelakuan khusus,” paparnya.

BACA JUGA :  K3S Leuwiliang Berharap Dana BOS Tidak Terlambat Cair

Daman Huri berharap semua elemen pemerintah dan masyarakat bisa mendukung kegiatan ini, dan mendapatkan dukungan dari pihak terkait, sehingga menjadikan satu momentum awal untuk peduli terhadap anak-anak bangsa.

“Saya berharap adanya PKBM di Desa Gunung Putri bisa menampung, dan ini sudah dimasukkan ke PKBM di RW 2 yang mudah-mudahan nanti anak-anak yang putus sekolah tidak ada lagi berkeliaran di jalan, sehingga mereka masuk ke pendidikan dekat PKBM ini,” harapnya.

Kades juga memohon kepada Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri untuk mendukung program ini, agar ada pergerakan signifikan untuk mendorong kepala desa lainnya berperan serta.

“Saya memohon kepada Ketua Apdesi untuk mendorong gerakan dari Apdesi Kecamatan Gunung Putri agar kita sama-sama untuk 10 desa ini saling bergandengan tangan mendukung program ini. Nanti tiap desa ini akan bergerak bareng agar tercipta suatu kekompakan, siapapun, warga manapun, kita bisa bina,” tutupnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor