Kader PDI Perjuangan Sebut KPUD Harus Dievaluasi
KAB. BOGOR, INDONEWS | Salah satu Kader PDI Perjuangan, Andry menyebutkan jika partisipasi masyarakat dalam pemungutan suara di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bogor saat ini menurun.
Andry menilai, partisipasi masyarakat menurun karena jajaran KPUD Kabupaten Bogor kurang masif melakukan sosialisasi ke masyarakat di 40 kecamatan, bahkan hampir beberapa daerah tidak tahu pilkada ini harus memilih siapa dan ada berapa calonnya.
“Menurunnya pastisipasi masyarakat selama Pilkada tersebut menjadi bahan evaluasi penting. Jangan sampai, antusiasme masyarakat menurun ketika suatu daerah bahkan secara serempak melaksanakan Pilkada,” ujar Andry.
Ia mengatakan, penurunan pemilih tersebut juga dirasakan di tempat Andry melakukan pencoblosan, yaitu di Kecamatan Citeureup.
“Harus dievaluasi ini kinerja KPUD Kabupaten Bogor oleh KPU RI,” tukasnya.
Suara Hilang
Di tempat terpisah, pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Jonny Sirait juga mengatakan jika pemilihan Bupati Bogor “sepi” partisipasi masyarakat.
“Saya sepakat jika kinerja penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU Kabupaten Bogor harus dievaluasi. Itu karena angka partisipasi masyarakat menurun, di tempat saya pun sepi,” kata Jonny.
Jonny juga mengungkapkan, Pemilihan Bupati Kabupaten Bogor tahun ini juga rawan dengan kecurangan, pasalnya ada simpatisan paslon Bayu-Musa yang menyatakan suaranya hilang.
“Jadi di salah satu TPS itu suara semuanya milik paslon nomor 1, padahal di TPS tersebut ada simpatisan paslon nomor urut 2, namun suaranya hilang. Dan dia siap membuat pernyataan kemana suaranya kok bisa hilang,” kata Jonny.
Dengan demikian, imbuh Jonny, Pemilihan Bupati Bogor tahun ini sarat dengan kecurangan dan ada indikasi pihak tertentu yang bermain.
“Kita akan cari tahu dan menyelediki sejumlah temuan janggan di lapangan. Jangan sampai Pilbup Bogor menghasilkan pemimpin dari hasil kecurangan,” tandasnya. ***





























Comments