0

BIREUEN, INDONEWS | Pentingnya pola pendidikan holistik yang mampu mengintegrasikan aspek intelektual, emosional, dan spiritual, terutama di era Prabowo yang menekankan pembangunan SDM yang unggul.

Hal itu disampaikan seorang pakar pendidikan terkemuka, Dr. Iswadi, M.Pd, Kamis (19/9).

Menurutnya, pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada pencapaian akademis, melainkan harus merangkul pengembangan aspek-aspek lain yang mendukung pembentukan individu yang utuh. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, pendekatan holistik yang mencakup aspek intelektual, emosional, dan spiritual menjadi semakin relevan.

Iswadi juga menekankan bahwa pendidikan yang hanya berfokus pada kemampuan intelektual semata tidak akan cukup untuk menghadapi tantangan zaman apalagi di era globalisasi dan revolusi industri 4.0, keterampilan emosional dan spiritual menjadi kunci bagi individu untuk mampu beradaptasi, menghadapi tekanan, dan bertahan dalam dunia yang semakin kompleks.

Pendidikan intelektual aspek intelektual tetap menjadi landasan dasar dalam sistem pendidikan. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya kurikulum yang tidak hanya menekankan pada kemampuan berpikir kritis dan analitis, tetapi juga mengajarkan pemecahan masalah secara kreatif di era digital seperti sekarang ini, banyak anak-anak dan generasi muda dihadapkan pada kemudahan akses informasi.

BACA JUGA :  SMP Islam Alikhlas Jatimakmur Gelar Outing Class Bersama Guru dan Siswa/I Kelas 8

“Tantangan yang muncul adalah bagaimana mereka dapat memfilter dan menganalisis informasi tersebut secara benar, dimana pendidikan harus berfungsi untuk memupuk kemampuan berpikir mandiri dan kritis,” kata Iswadi.

Dalam hal seperti sekarang ini, tambah Iswadi, pentingnya reformasi dalam sistem pendidikan yang mendorong siswa untuk berpikir lebih mendalam, bukan sekadar menghafal informasi, akan tetapi pembelajaran berbasis proyek, diskusi, dan pemecahan masalah nyata harus menjadi bagian integral dari pendidikan di Indonesia, terutama di bawah kepemimpinan Prabowo yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM.

Pendidikan emosional selain aspek intelektual, pendidikan emosional juga harus mendapatkan perhatian serius dari Dr. Iswadi, ditengah tekanan dan stres yang dialami oleh generasi muda saat ini.

“Keterampilan dalam mengelola emosi menjadi hal yang sangat penting. Pendidikan emosional, atau yang sering disebut dengan pendidikan karakter yang kesemuanya1 bertujuan untuk membentuk pribadi yang tangguh, empatik, dan memiliki keterampilan interpersonal yang baik,” jelasnya.

Iswadi menyoroti pentingnya lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan mental siswa. Dengan tekanan akademis yang tinggi, banyak siswa yang mengalami kecemasan, depresi, dan gangguan emosional lainnya.

BACA JUGA :  Kepala SDN 3 Plimbang Berharap Peserta UAS Mendapat Nilai Tertinggi

“Oleh karena itu, sekolah harus berperan aktif dalam membentuk iklim pendidikan yang sehat secara emosional, di mana siswa dapat merasa aman, diterima, dan didukung Pendidikan Spiritual Aspek spiritual menjadi elemen ketiga yang tidak kalah penting dalam pendekatan pendidikan holistik,” paparnya.

Selain itu, menurut Iswadi pendidikan spiritual tidak harus selalu dikaitkan dengan agama, tetapi lebih pada pengembangan nilai-nilai moral, etika, dan kesadaran akan tujuan hidup.

“Di era modern yang seringkali materialistis dan kompetitif, pendidikan spiritual menjadi landasan yang memungkinkan siswa untuk menemukan makna dalam setiap tindakan dan keputusan yang mereka ambil,” katanya.

Dalam konteks ini, Iswadi menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebajikan seperti integritas, kejujuran, dan rasa tanggung jawab sejak dini. Sekolah dapat menjadi tempat di mana siswa belajar tentang pentingnya menjalani kehidupan yang bermakna, tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk masyarakat sekitar.

Pendidikan holistik di Era Prabowo dengan kebijakan pemerintah dibawah kepemimpinan Prabowo yang menekankan pada pengembangan SDM berkualitas, Iswadi melihat adanya peluang besar untuk mengimplementasikan pendekatan pendidikan holistik di Indonesia.

BACA JUGA :  Ketua MKKS Lampung Utara Ajak Hapus Kesenjangan Sekolah Lewat Partisipasi Semesta

Ia mengusulkan adanya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang komprehensif.

Pada Era Prabowo yang berfokus pada pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia yang unggul diharapkan mampu mendorong sekolah-sekolah di Indonesia untuk mengadopsi pendekatan holistik ini.

Melalui kebijakan yang mendukung kurikulum yang mengintegrasikan intelektual, emosional, dan spiritual, Dr. Iswadi optimis bahwa generasi muda Indonesia akan lebih siap menghadapi tantangan global dan menjadi individu yang seimbang secara intelektual, emosional, dan spiritual. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan