0

BOGOR, INDONEWS — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Republik Indonesia Bogor Raya akan menggelar aksi demonstrasi untuk memprotes dugaan usaha ilegal salah satu kepala desa (kades) di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Dalam keterangannya, Koordinator BEM RI Jawa Barat, Afanda Faisulyan Rafi menyebutkan, aksi ini berkaitan dengan dugaan aktivitas ilegal penyelundupan oli, peredaran emas ilegal dan pesta narkoba yang dilakukan di kediaman Y sebagai kades.

“Adapun ketika awak media yang berjumlah delapan orang datang untuk melakukan investigasi dan mengkonfirmasi atas informasi yang ada, kedelapan wartawan tersebut malah dilaporkan dan diproses hukum,” tulis Afanda.

Ia menyebutkan, intimidasi secara hukum yang berbalik pada perlindungan kegiatan ilegal tersebut sontak menimbulkan kegelisahan bagi masyarakat Kabupaten Bogor, ditambah adanya dugaan tindak kriminalisasi yang dilakukan oleh istri oknum kades tersebut.

“Maka dari itu, untuk menuntut dan menyuarakan kebenaran akan hak-hak rakyat yang disalahgunakan, kami berinisiatif melakukan gerakan eskalasi demonstrasi pada Jumat 19 Desember 2025 pukul 14.00 WIB di kantor Bupati Bogor dan Polres Bogor,” tandas Afanda.

BACA JUGA :  Melawan Pencuri, Nenek 67 Tahun Babak Belur dan Patah Gigi
Drama Istri Kades

Menurut informasi yang beredar, delapan orang wartawan dari berbagai media mendapat tindak kekerasan dan kriminalisasi akibat drama istri kades tersebut.

Disinyalir, istri kades membangun opini dengan menyebut adanya pemerasan oleh para wartawan. Ia bahkan melaporkan para wartawan ke Polsek Leuwiliang sehingga pekerja kuli tinta ini sempat diperiksa di mapolsek.

Ditegaskan kembali, istri oknum kades ini diduga memprovokasi warga bahwa dirinya diperas para wartawan yang justru tengah menggali informasi dugaan usaha ilegal dan pesta narkoba di kediamannya.

Alih-alih memberikan jawaban, istri sang kades justru memanfaatkan warga untuk “menghakimi” para wartawan yang bertugas, pada 14 Desember 2025 di Desa Sadeng.

Salah seorang wartawan menyebutkan, istri kades sengaja memprovokasi masyarakat dengan berdalih diperas para jurnalis untuk menutupi fakta dan bukti yang diungkap oleh jurnalis, sehingga para jurnalis diamankan oleh pihak Polsek Leuwiliang.

Namun setelah melalui proses pemeriksaan secara menyeluruh dan alat bukti yang dimiliki oleh para jurnalis, pihak kepolisian menyatakan bahwa tuduhan yang diajukan istri kades tidak memiliki dasar kuat dan tidak terbukti secara hukum.

BACA JUGA :  Kehilangan HP dan Uang Jajan Dalam Kelas, Siswa SMA Negeri 1 Jonggol Resah

Alhasil, Polsek Leuwiliang dengan tegas memutuskan untuk melepaskan para wartawan dan menjadikannya korban dari aksi kriminalisasi tersebut.

Seperti diinformasikan BEM Jabar, investigasi wartawan ini sudah dilakukan dengan sangat hati-hati dan butuh waktu yang cukup lama, yakni dengan melakukan pengamatan dan mencari sumber informasi yang dapat dipercaya terkait adanya aktivitas yang mencurigakan di kediaman kades tersebut.

Hasilnya mengejutkan, di dalam area rumah oknum kades ditemukan indikasi kuat adanya penyulingan oli palsu dengan peralatan yang terpasang rapi, serta lokasi penggilingan emas ilegal dan dilengkapi alat berat dan bahan baku yang sangat mencurigakan.

Ironisnya lagi, di lokasi itu ditemukan bukti berupa alat hisap (bong) yang terpasang lengkap dengan sedotan, beserta jejak-jejak yang menunjukkan adanya dugaan pesta narkotika yang sering diadakan di lokasi tersebut.

Seluruh bukti temuan ini didokumentasikan, baik melalui video maupun foto sebagai bukti kuat atas dugaan kegiatan ilegal, seperti kolase dibawah ini:

Foto kolase dugaan yang menjadi bukti temuan kegiatan ilegal oknum kades di Kecamatan Leuwisadeng

Masyarakat setempat bahkan mengaku khawatir adanya indikasi jaringan ini ada yang melindungi, sehingga kegiatan ilegal tersebut bisa beroperasi tanpa terganggu selama ini.

BACA JUGA :  Kurun Waktu 12 Jam, Pelaku Pencurian di Cengkareng Dibekuk Polisi

“Kita sudah lama curiga terkait hal itu, tapi tidak ada yang berani bicara karena khawatir akan mendapatkan masalah,” kata warga tersebut.

Sementara hingga saat ini, pihak kades belum memberikan klarifikasi atau keterangan atas dugaan tersebut. (Nurman)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa