BIREUEN, INDONEWS – Pelantikan Dr. Nazaruddin, MA sebagai Rektor Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh oleh Ketua Pengurus Yayasan Almuslim Peusangan Tgk. H. Munawar Yusuf di Aula Teungku Abdurrahman Meunasah Meucap IAI Almuslim, Desa Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Selasa (18/10/2022) berlangdung sukses.
Usai pelantikan, ia mengaku siap menghadapi berbagai tantangan yang semangkin berat pada tahun mendatang.
“Oleh karena itu, demi kemajuan IAI Almuslim Aceh perlu adanya dukungan dari seluruh pejabat dibawahnya yang baru saja dilantik, serta dukungan dari seniornya Dr. Saifullah meskipun beliau bukan putra Peusangan akan tetapi sudah cukup lama mengabdi dalam memajukan IAI Almuslim Aceh,” kata Nazaruddin.
Sementara Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Rusyidi Mukhtar S.Sos sangat mengharapkan Dr. Nazaruddin, MA sebagai Rektor IAI Almuslim Aceh yang baru, agar dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, sehingga IAI Almuslim Aceh yang menjadi kebanggaan masyarakat Peusangan Raya terus semakin berkembang.

Rusyidi Mukhtar yang juga Ketua DPRK Bireuen menambahkan, selama dua periode dirinya dipercayakan menjadi Ketua DPRK Bireuen telah berusaha memperjuangkan anggaran untuk kemajuan IAI Almuslim Aceh.
“Kali ini jalan di depan kampus IAI Almuslim Aceh akan dibangun dan sudah dialokasikan Rp. 1,5 miliar untuk meningkatkan jalan tersebut. Dengan begitu akses masuk IAI Almuslim akan terus berkembang,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Almulim Rusyidi Mukhtar, S.Sos mengucapkan terima kasih kepada Dr. Saifullah yang telah berakhir jabatannya sebagai Rektor IAI Almuslim Aceh.
Kemudian Dr. H. Saifullah yang telah berakhir jabatan Rektor IAI Almuslim Aceh dalam paparanya mengaku membangun IAI itu dari menyelesaikan utang yang pernah ditinggalkan pendahulunya.
Dr. Saifullah minta maaf yang sebesar-besarnya bila ada kesalahan di dalam kepemimpinanya selama ini. Ia juga mohon pamit kepada semua para tamu undangan yang menghadiri acara pelantikan tersebut. (Hendra)




























Comments