LAMPUNG UTARA, INDONEWS – Bagi warga Desa Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, suara mesin motor yang menderu keras bukan lagi tanda kecepatan, melainkan perjuangan agar tidak terperosok ke dalam lubang.
Di sana, jalan kabupaten bukan lagi sekadar infrastruktur, tapi saksi bisu dari kesabaran yang nyaris habis selama puluhan tahun.
Selasa siang itu (17/3/2026), langit mendung seolah membawa kecemasan baru. Bagi Davi, seorang pengendara yang setiap hari akrab dengan debu dan aspal yang terkelupas, hujan bukan berkah, melainkan ancaman.
Lubang-lubang besar yang menganga tertutup air, berubah menjadi jebakan yang siap memakan korban.
“Kami harus selalu berhati-hati. Kalau meleset sedikit saja, taruhannya kendaraan rusak atau badan yang luka,” keluhnya, dengan nada getir.
Bukan sekali dua kali, Davi melihat kecelakaan tunggal terjadi tepat di depan matanya. Suara keluhan warga sebenarnya sudah lama berdengung, di media sosial hingga meja-meja birokrasi. Namun, hingga detik ini, aspal yang baru tetap menjadi mitos yang tak kunjung nyata.
Di balik kemudi, Davi masih menyimpan secercah harapan yang ia titipkan pada pemerintah daerah.
“Semoga pak bupati mendengar. Kami hanya ingin jalan yang layak, sebuah impian yang sederhana sebenarnya,” tambahnya, dengan mata penuh harap.
Harapan Davi adalah harapan ratusan warga Sumber Arum lainnya. Mereka tidak meminta kemewahan, mereka hanya mendambakan jalan pulang yang aman, tanpa perlu bertaruh nyawa di setiap jengkal lubang yang mereka lewati. (Andre)





























Comments