ACEH, INDONEWS – Salah satu pengurus Komunitas Milenial Indonesia (KOMID), Medfer mengatakan, berlakunya pengalihan subsidi BBM yang ditetapkan pemerintah pada tanggal 3 September 2022 merupakan kebijakan tepat, walaupun pengalihan subsidi BBM oleh pemerintah berimbas pada kenaikan harga BBM di semua jenis BBM.
“Pemerintah sudah berhitung dengan matang tentang kebijakan yang diambil. Karena pemerintah melihat bahwa subsidi yang dikucurkan selama ini terlalu besar untuk BBM,” katanya, di Kopi Aceh Benhil, Jumat (9/9/2022).
Sementara, sambungnya, masih banyak sektor lain yang lebih butuh perhatian dan penanganan serius oleh pemerintah. Seperti sektor pendidikan, kesehatan dan penguatan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Kita memang mengakui pengalihan subsidi BBM ini dirasakan agak berat oleh masyarakat, terutama pada masyarakat menengah ke bawah. Bagaimana tidak, dengan naiknya harga BBM, tentu akan mengakibatkan seluruh bahan pokok naik dan masyarakat akan terbebani,” ungkapnya.
“Tetapi perlu digarisbawahi, pemerintah tidak akan berlepas tangan. Pemerintah sudah menyiapkan kebijakan yang akan membantu masyarakat untuk menghadapi beban yang timbul dari kenaikan BBM tersebut. Salah satu bentuk kebijakan tersebut adalah menyalurkan Bantuan Lansung Tunai (BLT), menambah anggaran pendidikan, kesehatan dan penguatan penguatan ekonomi mikro,” tutur Medfer.
Kendati demikian, dirinya meminta kepada pemerintah agar pengalihan subsidi ini tepat sasaran dan berbanding lurus dengan berapa anggaran pengalihannya.
“Seharusnya pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebanyak pengurangan tersebut kepada sektor lain yang lebih efektif. Pemerintah harus menjelaskan kepada masyarakat dengan sejelas-jelasnya agar kepercayaan masyarakat kepada pemerintah selalu tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut dia, persoalan kenaikan BBM ini merupakan kebijakan yang sangat tidak populis dan akan menimbulkan gejolak yang dapat membahayakan pemerintah terutama kepada presiden.
Medfer juga megimbau kepada millenial agar selalu memahami dan mempelajari terlebih dahulu setiap langkah yang akan diambil dalam menyikapi kenaikan BBM ini.
“Kita memang merasa berat terhadap situasi seperti ini, tetapi kita juga jangan gegabah dalam melakukan tindakan yang justru akan memperburuk keadaan. KOMID berpesan kepada pemerintah agar pengalihan subsidi BBM ini betul-betul dikawal dan juga betul-betul dapat meringankan beban masyarakat jangan sampai pengalihan subsidi ini dinikmati oleh segelintir elit atau kelompok saja,” tukasnya. (hen)




























Comments