0

BOGOR, INDONEWS — Guna menyongsong Generasi Emas 2045 sebagai generasi yang akan memimpin Indonesia saat peringatan 100 tahun kemerdekaan, tepatnya pada tahun 2045, maka kualitas pendidikan menjadi salah satu prinsip yang harus diperkuat.

Hal tersebut diungkapkan Kartubi, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor saat diskusi santai bersama tokoh masyarakat Kabupaten Bogor, Jonny Sirait, Selasa (14/10/2025).

Kartubi melanjutkan, guna meningkatkan kualitas pendidikan, partisipasi aktif masyarakat dan elemen bangsa lainnya sangat diperlukan.

“Tentunya Visi Indonesia Emas 2045 adalah mewujudkan Indonesia menjadi Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Untuk mewujudkannya, kami sebagai tenaga pendidikan butuh peranan masyarakat seperti Bang Jonny ini,” ujar Kartubi.

Menanggapi pernyataan itu, Jonny Sirait yang juga merupakan aktivis sosial memberikan pendapatnya sekaligus menyepakati pernyataan Ketua K3S Kartubi.

“Sepakat pak Kartubi. Masyarakat dan dunia pendidikan tidak bisa dipisahkan. Adapun cara masyarakat berperan di dunia pendidikan antara lain terlibat dalam pengambilan keputusan penting sekolah melalui forum diskusi yang diselenggarakan sekolah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Dongkrak Popularitas Pendidikan Melalui Kegiatan Pesantren Kilat

Sementara terkait visi Generasi Emas, Jonny menekankan pentingnya SDM unggul yang dihasilkan sekolah.

“Saya kira salah satu kunci utama untuk mencapai visi ini adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, mencakup kesehatan, kecerdasan, religiusitas, dan kreativitas,” tegas pria yang juga merupakan pimpinan media massa itu.

Kartubi terlihat mangguk, pertanda setuju dengan pernyataan Jonny Sirait, seraya memberikan pernyataan bahwa peranan media massa juga tak kalah pentingnya di dunia pendidikan.

“Di tengah hangatnya pemberitaan Makanan Bergizi Gratis di sekolah, kami berharap media massa menjadi suatu elemen yang memberikan informasi tepat serta menangkis isu-isu tidak benar yang banyak beredar di media sosial,” ujar Kartubi.

Menurutnya, media massa menjadi mitra strategis dalam memajukan pendidikan dengan menyebarkan informasi, mendorong inovasi, meningkatkan keterampilan, dan memfasilitasi partisipasi publik.

“Media diharapkan selalu menyediakan ruang publik untuk berdiskusi, menyampaikan ide, saran, dan kritik yang berkaitan dengan pendidikan,” tegasnya.

Langkah tersebut, imbuh Kartubi, juga memungkinkan partisipasi aktif dari masyarakat dalam memajukan pendidikan.

BACA JUGA :  SMAN 1 Bireuen Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1444 H

“Media massa adalah penghubung antara pemangku kepentingan. Media massa dapat menjadi jembatan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik,” tandasnya. (didi)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan