0

BIREUEN, INDONEWS – Kondisi Kantor Kependudukan dan Pencattatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bireuen sangat memperhatinkan. Yang mana biaya operasional kebutuhan dalam pertahunnya sangatlah minim, hanya bekisar beberapa puluhan juta saja, yang dikucurkan melalui pengesahaan APBK Bireuen.

Padahal kinerja dan pelayanan mereka langsung berhubungan dengan masyarakat yang meliputi 23 item pekerjaan, pembuatan kartu keluarga, KTP, Kartu Indetitas Anak (KIA), Surat Keterangan Pindah Masyarakat, dan berbagai lainnya.

Pantauan Media-IndoNews.com Rabu (14/9/2022) Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bireuen kewalahan menghadapi kebutuhan masyarakat karena bahan yang diperlukan sangat mahal harganya, sehinga mereka harus membeli tanpa stok.

Bila habis, mereka terpaksa memesanbya dulu. Itupun tidak langsung datang. Dengan demikian segala pembuatan KTP, Akte Kelahiran, Kartu Keluarga dan lainnya tidak langsung siap, masyarakat harus menunggu dan terus menunggu.

Menyikapi hal tersebut, Kadis Kependudukan dan Percatatan Sipil, Anapiah saat ditemui beberapa waktu lalu, menyebutkan, meski anggaran minim, namun pelayanan tetap prima dilakukan. Ia mengakui sampai saat ini masyarkat tetap menerima situasi yang ada.

BACA JUGA :  Atasi Dugaan Ajakan Stayction Pekerja Perempuan, Pemkab Bekasi Ambil Langkah Penting

“Kalau dari 23 item yang dikerjakan sangat dibutuhkan untuk berbagai kepentingan, kemungkinan besar tanpa KTP, KK dan lain-lain. Semua kepentingan dalam pengurusan akan terabaikan,” katanya.

Oleh karena itu, Anafiah mengharapkan pada pengesahaan APBK Bireuen di setiap tahunnya, anggaran Dukcapil Bireuen bisa ditingkatkan, mengingat kebutuhan dan kepentingan orang banyak. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pemerintahan