BOGOR, INDONEWS | Ketua Forum Timur Raya (FATRA), H. Yudi Sucipta, menyoroti kinerja Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu atas penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puncak Bogor, Rabu (26/6) lalu.
Menurutnya, penertiban tersebut sangat perlu dilakukan guna menjaga estetika alam dan keindahan pemandangan dipuncak dan hal ini sangat kami apreisasi.
Bukan hanya apresiasi yang disampaikan Yudi Sucipta, dirinya juga meminta perhatian khusus terhadap kondisi wilayah Bogor Timur yang dianggap semrawut.
“Bogor Timur ini minimnya perhatian dari Pemkab Bogor, infrastruktur yang kurang baik terlebih persoalan surat tanah tumpang tindih tanah di kawasan Sukamakmur, yang dinilai seolah-olah pemerintah tutup mata,” ucapnya, kepada wartawan, Rabu.
Perlu diingat, imbuhnya, Bogor Timur itu salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar, tapi kenapa selalu seolah dianak tirikan dan kurang diperhatikan oleh pemangku kebijakan pemerintah daerah Bogor.
“Penyumbang PAD terbesar tapi malah dapat perhatian kurang dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Yudi Sucipta berharap, selama dibawah kepemimpinan Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu, wilayah Kabupaten Bogor Timur bisa mendapat perhatian khusus baik dari segi infrastruktur maupun pendidikan.
“Kami berharap selama Pj Bupati ini Bogor Timur bisa ada peningkatan dari sisi pembangunan dan juga penataan,” katanya.
Yudi juga meminta adanya alokasi dana khusus untuk penataan di kawasan flyover Cileungsi untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan teratur.
“Untuk flyover Cileungsi, kami minta ada anggaran khusus untuk penataan agar tidak terjadi lagi kesemrawutan, seperti saat ini sudah mulai ada lagi pedagang kali lima (PKL) yang mulai bermunculan kembali meskipun pernah ditertibkan,” tutupnya. (Firm)





























Comments