0

BEKASI, INDONEWS – Sebagai upaya penanggulangan inflasi dan penyediaan kebutuhan bahan pangan pokok bagi masyarakat, Pemerintah Kota Bekasi bersama Badan Pangan Nasional menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 12 kecamatan se Kota Bekasi. Seperti di halaman Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Rabu (15/11/2023).

Sebelumnya, GPM dihadiri Ny. Tri Tito Karnavian dan Ny. Amanda Bey Machmudin menyempatkan diri untuk melihat berbagai bazar bahan pangan pokok yang tersedia di GPM dengan didampingi Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad beserta istri selaku Pj. Ketua TP PKK Kota Bekasi, Yola Williandari Kusuma Gani.

Adapun bahan pangan pokok yang tersedia di GPM berupa beras, gula, minyak goreng, telor dan juga berbagai jenis pangan lainnya dari berbagai toko retail modern, kemudian dijual dengan harga terjangkau untuk menaikkan daya beli masyarakat, sehingga kebutuhan terpenuhi, tingkat inflasi pun semakin menurun.

“Kecamatan Pondokgede ini sebagai tuan rumah Gerakan Pangan Murah, dan kelurahan Jaticempaka sebagai lokasinya. Memang Pemerintah Kota Bekasi sedang menggencarkan operasi atau gerakan bazar bahan pangan murah, di seluruh wilayah kecamatan se Kota Bekasi. GPM ini untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan pokok masyarakat dengan harga terjangkau, sehingga keinginan masyarakat untuk membeli semakin meningkat. Untuk di Jaticempaka sendiri kegiatan ini sangat membantu warga maupun pelaku UMKM yang hari ini ada di 28 stand,” papa Lurah Jaticempaka, Amir.

BACA JUGA :  Soal Legalitas Tanah 1.000 Hektar Atas Nama Purwo Partolo, Kuasa Hukum Angkat Bicara

Masih di area sama, terdapat juga presentasi dari Asisten SBM Pertamina rest area Kerawang Jawa Barat yang mensosialisasikan pembelian elpiji tabung 3 kg wajib menunjukkan KTP.

“Kami sosialisasikan masalah gas elpiji 3 kilogram berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 37.K/MG.01/MEM.M/2023. Jadi benar-benar tepat sasaran ke masyarakat,” kata Pandu, Asisten SBM Pertamina Res Area Karawang.

Sementara Nova, salah satu pengunjung yang membeli beras 2 karung dengan harga Rp105 ribu mengatakan, belanjaan yang ia beli lebih murah di pasaran.

“Harga kebutuhan lainnya sama. Semoga kegiatan seperti ini berlanjut,” katanya.

Di lokasi sama, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi melalui Analisis Perdagangan, Eko Wijatmiko mengatakan, operasi pasar ini merupakan langkah yang Pemerintah Kota Bekasi lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar terhindar dari keterbatasaan ketersediaan bahan pangan pokok, sekaligus sebagai salah satu solusi saat harga bahan pangan pokok mengalami kenaikan.

“Sehingga angka inflasi di daerah pun dapat kami kendalikan, sesuai dengan arahan Presiden dan Menteri Dalam Negeri RI bahwa harus terus waspada dalam menangani inflasi,” kata Eko Wijatmiko.

BACA JUGA :  Kecamatan Pondok Gede Apel Bersama Menjelang Idul Fitri

Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jaticempaka Pondokgede dihadiri Eko Wijatmiko Analis perdagangan dan perindustrian Kota Bekasi dan jajaran, Camat Pondokge Zainal Abidin Syah dan  jajaran, lurah Jaticempaka Amir dan jajaran, ketua UMKM se kecamatan Pondokgede Damanuri, Ketua FKRW Kecamatan Pondokgede Makmur Hartono, kader PKK, Kader Posyandu, ketua RW, Ketua RT, Karang Taruna, para Tokoh masyarakat dan peserta lomba maupun pengunjung.

Makmur Hartono, Ketua FKRW Kecamatan Pondokgede menyambut baik Gerakan Pangan Murah (GPM). Menurutnya, warga antusias membeli bahan pokok murah yang diadakan pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini dinas perdagangan dan perindustrian bersama badan pangan nasional.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, sebagai upaya menstabilkan harga pangan,  selain membantu warga juga sangat membantu pelaku UMKM,” kata Makmur. (Supri)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Ragam