0

BIREUEN, INDONEWS – Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bireuen mengimbau masyarakat peternak tetap waspada. Sebab, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan sapi dan kerbau terus saja terjadi setiap harinya.

Dari hasil data yang diperoleh Media-IndoNews.com bersama Kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan, dr. Liza Rozana melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Kesmavet, dan Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bireuen, Safrizal SP, Sabtu (16/7) untuk kasus PMK hewan sapi yang pertama banyak terjadi di Kecamatan Jeunieb 563  ekor.

Kedua di Kecamatan Samalangga 354 ekor. Ketiga terdapat di Kecamatan Juli dengan jumlah 317 ekor. Jumlah keseluruhanya mencapai 2.896 ekor. Sedangkan diyatakan sembuh 2.383 ekor, sisa sapi yang masih sakit terinfeksi PMK  berjumlah 497 ekor.

Selanjutnya untuk Kasus PMK yang terinfeksi pada hewan ternak kerbau jumlah terbanyak terdapat di Kecamatan Pandrah 31 ekor, kedua di Kecamatan Gandapura 17 ekor dan ketiga terdapat di Kecamatan Juli dengan jumlah 13 ekor.

BACA JUGA :  Desak Rocky Gerung Minta Maaf, Hasto: Pernyataan Rocky Gerung Sangat Tidak Pantas

Jumlah keseluran kasus PMK pada hewan ternak kerbau sebanyak 104 kasus. Sementara yang dinayatakan sembuh berjumlah 98 ekor sisa yang sakit 6 ekor.

Pasar Hewan Tutup

Dengan timbulnya kasus PMK pada hewan ternak di Bireuen, pasar hewan masih ditutup, sesuai Surat Edaran Satgas PMK Pemerintah Pusat Nomor 3 Tahun 2022 tentang lalu lintas ternak dan produk hewan rentan penyakit mulut dan kuku berbasis kewilayahaan daerah yang  terinfeksi PMK, tidak boleh keluar dan masuk hewan dan produk hewan.

“PMK yang terjadi pada ternak sapi maupun kerbau tidaklah mebulur pada diri manusia. Jadi untuk masyarakat pada umumnya tidak usah takut untuk memakan daging sapi maupun kerbau,” kata Safrizal. (hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Headline