BOGOR, INDONEWS — Posek Sukamakmur, Polres Bogor tengah diterpa isu tidak sedap setelah adanya informasi dugaan menerima amplop dan uang koordinasi dari pengusaha pasar malam.
Namun Kapolsek Sukamakmur saat ditemui di kantornya membantah informasi tersebut dan menyebut itu tidak benar.
“Silahkan konfirmasi lagi ke sumbernya, ada gak petunjuknya bahwa dia bisa berbicara seperti itu. Pembuktiannya ada gak?” kata Kapolsek Sukamakmur, IPDA Dedi Priono.
Kapolsek mengaku sudah mencoba berkomunikasi dengan camat, namun belum berhasil.
“Pak camat ini berdualisme, jadi agak sulit. Bahkan saya juga janjian dengan pak danramil untuk ketemu dengan pak camat untuk membahas ini. Saya juga sebenarnya ingin ketemu dengan pak Ace, ingin mengonfirmasi dasarnya apa dia bisa bilang gitu,” papar kapolsek.
Sebelumnya, Kasi Trantib Kecamatan Sukamakmur, Ace Ma’mun saat dihubungi melalui pesan WhatsApp menjelaskan, saat proses perizinan, sekcam dan camat sedang tidak ada sehingga dirinya yang menandatangani.
“Datang orang pasar malam, katanya minta izin keramaian. Saya gak tahu, kata anak buah saya disalahkan, katanya kenapa gak polsek dulu. Kata anggota saya pihak polsek gak mau tandatangani karena saya dulu. Saya kan gak tahu, masa saya hapus lagi, kan gak mungkin,” terangnya.
“Jadi alasannya, katanya kan yang Sukamulya mah jadi biayayanya kapolsek yang pegang, ini datang sendiri. Kata saya, ya sudah datangi saja orang pasar malamnya, baiknya gimana. Tapi katanya amplopnya sudah diambil cuman gak mau tandatangan,” tambahnya. (Jaya)





























Comments