0

BOGOR, INDONEWS — Ratusan warga Desa Balekambang dan Desa Bendungan menggelar aksi unjuk rasa di lokasi kandang ayam Kampung Gunung Gedogan, RT 01/04, Desa Bendungan, Kecamatan Jonggol.

Dalam aksinya, warga meminta kandang ayam ditutup. Pasalnya, selain diduga tidak memiliki izin, kandang ayam yang sudah beroperasi selama enam bulan tersebut menimbulkan bau menyengat dan mengundang ribuan lalat hingga akhirnya menyerang pemukiman warga.

Salah satu warga aksi mengaku keberatan dengan adanya kandang ayam petelur di lokasi tersebut.

“Selain bau, dampak kandang ayam juga mengundang banyaknya lalat ke rumah dan lingkungan sekolah. Saya khawatir akan menimbulkan penyakit dengan banyaknya lalat dan polusi bau. Saya berharap ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap pelaku usaha tersebut,” kata warga tersebut.

Sementara Kepala Desa Bendungan, Hj. Nemi Nuraeni mengatakan, hari ini merupakan demo yang keempat kalinya dilakukan warga.

“Kemarin kita sudah minta tutup, kita kasih waktu, tapi enggak dilakukan sampai hari ini. Makanya kami kembali melakukan aksi demo hari ini,” katanya.

BACA JUGA :  Berbagi Kebahagiaan, Indonesia Tionghoa Gandeng Polri Bagikan Takjil

“Sekarang dari pihak mereka minta tempo tiga bulan, tapi warga menolak. Jadi sekarang satu bulan setengah harus sudah rapi, sudah gak ada kandang atau pun ayam,” tambahnya.

Selain itu, tambah kades, izin lingkungan juga salah jalur, bukan warga terdekat yang menandatanganinya, tetapi orang di luar jangkauan karena warga dekat kandang menolak.

“Bahkan sehari sebelum lebaran mereka datang minta tandatangan saya, oke saya tandatangan cuman harus ada tandatangan warga dekat-dekat dulu, silakan mau buka kandang tapi jangan sampai meresahkan warga,” tegasnya.

Sementara penanggung jawab kandang ayam saat dikonfirmasi mengarahkan wartawan untuk konfirmasi ke pihak desa dan kasi trantib.

“Kita sudah lakukan semuanya, proses itu. Silahkan tanya ke desa dan kecamatan. Coba dibaca Peraturan Bupati Nomor 23 Tentang Proses Perizinan Peternakan dan Perikanan, jumlah kita ini ada 3.500.000. Silakan baca saja, kami sudah sesuai aturan itu,” katanya. (Jaya)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor