0

BIREUEN, INDONEWSKepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen, Muslim, M.Si, memastikan bahwa seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Bireuen akan mulai masuk sekolah pada 5 Januari 2026, meskipun masih berada dalam suasana pemulihan pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah.

Hal tersebut disampaikan Muslim kepada awak media pada Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa kehadiran siswa ke sekolah pada awal masuk nanti belum difokuskan pada proses belajar-mengajar secara penuh, melainkan lebih mengutamakan tatap muka awal antara pihak sekolah dan para siswa setelah masa libur pembagian rapor.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan sekolah kembali dibuka dan anak-anak kita bisa hadir, bertemu guru dan teman-temannya. Ini penting untuk pemulihan psikologis serta membangun kembali semangat belajar setelah musibah banjir,” ujar Muslim.

Terkait kondisi sekolah yang terdampak banjir, Muslim mengungkapkan bahwa seluruh sekolah yang mengalami dampak telah mendapatkan bantuan anggaran dari pihak kementerian, yang saat ini difokuskan untuk pembersihan lingkungan dan perkarangan sekolah. Bantuan tersebut dinilai sebagai langkah awal agar aktivitas sekolah dapat kembali berjalan secara bertahap.

BACA JUGA :  Disdikbud Bireuen Adakan Pegelaran Pasar Seni

“Untuk sementara, bantuan yang diberikan difokuskan pada pembersihan sekolah. Sementara untuk fasilitas lain yang mengalami kerusakan, kami berharap ke depan juga akan ada perhatian dan bantuan lanjutan,” ungkapnya.

Menurut Muslim, kebijakan membuka sekolah pada awal Januari dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan di sekolah akan disesuaikan dengan keadaan masing-masing satuan pendidikan, terutama yang terdampak cukup parah akibat banjir.

Selain fokus pada pemulihan sekolah, Disdikbud Kabupaten Bireuen juga merencanakan kegiatan gotong royong kemanusiaan yang akan difokuskan pada rumah-rumah guru yang terdampak banjir. Kegiatan ini akan melibatkan seluruh guru di Kabupaten Bireuen yang tidak terdampak bencana.

“Ini bukan sekadar membantu secara fisik, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa empati, serta menjaga kebersamaan dan kekompakan di lingkungan keluarga besar pendidikan,” jelasnya.

Muslim juga menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam terhadap sekolah-sekolah dan para guru yang terdampak musibah banjir. Namun demikian, ia mengajak seluruh insan pendidikan untuk tetap tabah dan menjadikan musibah ini sebagai pembelajaran kehidupan.

BACA JUGA :  Sangat Kekurangan, SDN Batu Layang Berharap Disdik Prioritaskan Bantuan RKB

“Kita sangat prihatin, tetapi semua ini adalah kehendak Allah SWT, bukan keinginan kita. Insya Allah, di balik musibah ini ada hikmah dan pelajaran berharga untuk kita semua,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, Disdikbud Bireuen berharap dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen dapat segera bangkit, pulih secara bertahap, dan kembali menjalankan fungsinya sebagai pilar utama dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan