LAMPUNG UTARA, INDONEWS – Guna mengurangi angka gagal tumbuh dan kembang pada anak diakibatkan kekurangan gizi, Pemerintah Desa Peraduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara bekerja sama dengan Puskesmas Bumi Agung Marga melaksanakan rembuk stunting, Senin (25/7/2022).
Berkat kekompakan dan antusias masyarakat, kegiatan yang digelar pada 21 Juni 2022 tersebut sukses dilakukan dengan menghadirkan narasumber Wiwin Sugi Yanti, Bidan koordinator PKM Bumi Agung Marga.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri Camat Abung Timur Muaad, diwakili Kasi pemerintahan Soukat S.H., Ketua PKK Desa Peraduan Waras Tri Martini S. Pdi., Babinsa Koramil Abung Timur Serda Alamsah, Ketua BPD Sutiman, pendamping desa, dan aparat desa.
“Rembuk stunting merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2023, yang juga menjadi amanat Pemerintah Pusat dan Kabupaten terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan Dana Desa tahun 2023 untuk pencegahan dan penanganan stunting,” kata Kepala Desa Peraduan Waras, Marta Gunawan.
Menurut Marta, stunting menjadi salah satu prioritas pemerintah. Untuk itu program tersebut harus dilakukan secara konvergen, terpusat, terpadu, terkoordinasi dengan berbagai lintas sektor.
“Ini perlu dilakukan untuk mengurangi angka gagal tumbuh pada anak,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Bumi Agung Marga Pandita Juanda, diwakili Wiwin Sugi Yanti koordinator PKM mengatakan, kegiatan yang berlangsung di Desa Peraduan Waras beberapa hari lalu itu dalam rangka memberikan penjelasan kepada kader pamong desa dan lintas sektor tentang stunting.
“Menjelaskan kepada mereka terkait tentang stunting dan cara pencegahan dan penyebab stunting, serta cara mengukur tinggi badan bayi dan balita,” ungkap Wiwin.
Wiwin menjelaskan guna mengetahui bayi atau balita tersebut stunting atau tidak harus menggunakan Antropometri yakni sebagai suatu ilmu yang secara khusus berkaitan dengan pengukuran tubuh manusia.
“Oleh karena itu perlunya alat dan kapasitas kader, agar kader bisa mendeteksi bayi dan balita tersebut tiap bulannya,” pungkasnya. (Andre)




























Comments