BOGOR, INDONEWS – Puluhan orang pencari kerja (pencaker) diduga kena tipu oknum berinisial R. Para pencaker pun menggeruduk satu rumah di perumahan Griya Pratama Cileungsi Blok C No. 9, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/9/2022).
Pasalnya, hingga kini puluhan pencaker yang dijanjikan R bekerja pada suatu perusahaan dan ditempatkan diberbagai wilayah tak terealisasi.
Menurut informasi yang dihimpun wartawan, kepada para korban R mengaku bisa memasukan kerja ke perusahaan, namun pencaker harus membayar sejumlah uang.
“Awalnya kami dapat informasi dari inisial D dan dikenalkan ke inisial R. Katanya sih bisa bantu masukin kerja ke beberapa perusahaan di Jabodetabek,” kata salah satu korban, Feri (25) kepada Media-Indonews.com, Kamis (1/9/2022).
Ia menuturkan, setelah mendaftar ke salah satu rumah di perumahan Griya Permata Blok C No 9 Desa Gandoang, para pencaker diarahkan pendidikan kilat (diklat) security, dan usai interview disuruh mebayar.
Feri mengaku bahwa dirinya langsung bertemu dengan D dan R saat interview setengah jam. Besoknya ia disuruh melatih calon-calon security yang ada di mes, di perum PAN Cileungsi Residence, belakang RSUD Cileungsi Kampung Tegal.
“Setelah interview saya diminta untuk membayar uang administrasi sebesar Rp.1,5 juta untuk seragam dan penempatan. Sampai 8 hari saya melatih tidak ada curiga kalau R itu sudah enggak ada di kantor alias sudah pergi,” ucapnya.
“Saya dan teman-teman lain lapor sama RT dan RW di perumahan R, namun disuruh laporan ke babinsa setempat dan laporan ke polsek. Tadi kita juga ke kantor Desa Gandoang untuk laporan dulu ke Bhabinkamtibmas,” tukas Feri.
Di tempat terpisah, Regar (27) yang merupakan korban lainnya mengaku datang untuk minta pertangungjawaban kepada yang merekrutnya.
“Tujuannya minta pertangungjawaban. Sehabis pelatihan selama dua minggu dijanjikan wajib kerja, ditempatkan di luar Bogor dan di dalam Bogor. Dibilang wajib masuk kera habis pelatihan 2 minggu penempatan Sumarecon sama Cileungsi distributor rokok,” ungkapnya.
Akibat masalah ini, dirinya mengaku mengalami kerugian uang dan waktu selama pelatihan.
“Kalau saya sih cuman kerugian admin, sama kerugian pelatihan dan nominalnya Rp. 1,5 juta,” tutupnya. (Firm)




























Comments