TANGERANG, INDONEWS – Capaian kasus stunting di wilayah Tangerang Selatan menyentuh angka 19,9 persen dibawah angka rata-rata nasional, yaitu 24,5 persen pada tahun lalu.
Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten, dr. Dadi Ahmad Roswandi.
“Jika mengacu pada level Provinsi Banten, angka stunting diangka 24,5 persen. Artinya, angka tersebut lebih tinggi diatas rata-rata angka nasional,” ujarnya, saat sosialisasi cegah stunting di gedung Pelatihan Tenaga Kerja Tangerang Selatan bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Rizal, Selasa, 25 Oktober 2022.
Ia mengatakan, Provinsi Banten salah satu wilayah yang menjadi fokus utama dari 12 provinsi yang ada di Indonesia penurunan stunting tingkat nasional.
“Provinsi Banten jadi salah satu fokus BKKBN untuk penurunan kasus stunting,” katanya.
Dengan begitu, menurutnya wilayah Tangerang Selatan yang menduduki angka kasus stunting 19,9 persen yang disebutnya dibawah angka rata-rata nasional. Akan tetapi, kasus dalam jumlah angka tersebut perlu percepatan dalam pencegahan.
“Wilayah Tangsel ini menjadi salah satu lokus utama BKKBN yang ada di Provinsi Banten penurunan stunting. Jika membandingkan wilayah yang teratas di Banten, stunting tertinggi masih Pandeglang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan, Khairati mengatakan, kasus stunting di wilayah Tangerang Selatan disebut turun di tahun 2022. Namun dirinya belum memastikan secara rinci penurunan kasus stunting.
“Pada tahun 2021 ada 19,9 persen. Dari informasi Dinkes Tangsel angka tersebut turun pada tahun 2022 ini. Tapi belum bisa dipastikan berapa pastinya,” kata Khairiti.
Ia menyebutkan, Tangerang Selatan tengah gencar mencegah stunting, dan ditargetkan turun 14 persen di tahun 2024.
“Mudah-mudahan angka ini turun. Target kita adalah 14 persen di tahun 2024, sama dengan target nasional. Mudah-mudah juga ini tercapai di Tangsel,” ujarnya.
Ia berharap kasus stunting dapat turun sebelum tahun yang ditargetkan. Ia juga mengatakan ada 19 fokus yang menjadi perhatian pihaknya.
“Berharap sebelum tahun 2024 Tangsel sudah sampai di 14 persen. Ada 19 titik di Tangsel yang kini jadi fokus dan perhatian kami untuk menekan kasus stunting, 19 daerah ini yang kita lebih fouskan dan dilakukan kegiatan lebih intensif,” imbuhnya.
Khairiti mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan terutama pada calon pengantin dan ibu hamil.
“Pencegahan stunting itu mulai dari edukasi, bagaimana pencegahan secara medisnya, dan pelayanannya yang harus diperhatikan. Dan bagaimana anak-anak stunting ini agar bisa bertumbuh kembang dengan lebih baik terutama pada ibu hamil dan calon pengantin untuk tetap menjaga kesehatan,” ucapnya.
Anggota Komisi IX DPR RI dapil 3 Banten Muhammad Rizal yang mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kesehatan pada anak.
“Intinya dari semua yang dijelaskan tadi, masyarakat harus terus meningkat kewaspadaan kesehatan saat hamil, agar anak menjadi normal,” ungkapnya. (Firm)


























Comments