Opini
Ketika Jati Diri Bangsa Diretas dari Dalam
Oleh: Sri Radjasa M.BA Sejarah tidak pernah berdusta, tetapi manusialah yang sering menghindar dari cerminnya. Indonesia hari ini adalah potret bangsa yang perlahan ...
Opini
Menguji Prabowo, Mengadili Jokowi
Oleh: Sri Radjasa, M.BA Kemiskinan yang terus menghantui rakyat Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan tidak pernah menjadi pilihan yang disadari, melainkan akibat dari kegagalan ...
Opini
Ketika Budi Pekerti Bangsa Dipertaruhkan pada Selembar Ijazah
Oleh: Sri Radjasa Dalam kebudayaan Indonesia, budi pekerti bukan sekadar konsep moral, melainkan akar yang menopang keberadaan bangsa. Ia adalah simpul etika yang ...
Opini
Ketika Negara Absen di Ruang Kelas Kecil
Krisis Empati Pendidikan Dasar di Kota Tangerang Oleh: Sri Radjasa MBA Di tengah upaya pemerintah pusat memperkuat fondasi pendidikan nasional melalui Program Indonesia ...
Opini
Komisi Reformasi Polri dan Bayang-Bayang Listyo Syndrome
Oleh: Sri Radjasa Dalam setiap fase penting demokrasi, publik selalu menaruh harapan bahwa presiden sebagai pemegang mandat tertinggi politik akan mendengar suara rakyat. ...
Opini
Dilema Kekuasaan Setengah Hati, Derita Rakyat Setengah Mati
Oleh: Sri Radjasa Sejak proklamasi kemerdekaan, bangsa Indonesia kerap terjerumus dalam sebuah narasi yang berulang berupa retorika pemerintahan baru yang menggembar-gemborkan keberpihakan pada ...
Opini
Jangan Biarkan Indonesia Jatuh di Kaki Mafia
Penulis: Sri Radjasa Delapan puluh tahun sejak Proklamasi, republik ini terus bergerak di antara idealisme para pendiri bangsa dan realitas politik-ekonomi yang kerap ...
Opini
Menyingkap Serangan Balik Mafia Migas dan Tambang
Penulis: Sri Radjasa MBA Gelombang pemberantasan korupsi yang tengah didorong Kejaksaan Agung membuka kembali satu bab lama dalam sejarah politik sumber daya Indonesia, ...
Opini
Bayang Lama di Istana Baru
Oleh: Sri Radjasa M.BA “Negara bisa runtuh bukan karena perang, tapi karena kehilangan kepercayaan.” Kalimat itu diucapkan seorang ilmuwan politik, Samuel Huntington, lebih ...
Opini
Pena yang Kehilangan Nurani
Oleh: Bang Iwan (Hanzirwansyah) Di Aceh, menulis seharusnya bukan sekadar pekerjaan, tapi bagian dari ibadah. Pena seorang jurnalis sejatinya adalah alat untuk menjaga ...


































