BIREUEN, INDONEWS | Sebanyak 49 Keuchik (Kepala Desa) dari berbagai gampong dalam wilayah Kabupaten Bireuen secara resmi dilantik Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T, dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Aula Lama Setdakab Bireuen, Kecamatan Kota Juang, Rabu (17/9/2025).
Pelantikan tersebut ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan dan penyematan tanda kehormatan sebagai simbol komitmen dalam menjalankan amanah rakyat, serta melaksanakan tugas pemerintahan gampong secara bertanggung jawab, profesional, dan berintegritas.

Dalam amanatnya, Bupati Mukhlis menekankan bahwa jabatan keuchik merupakan posisi strategis yang memiliki peran sentral dalam kemajuan desa.
Ia mengajak seluruh keuchik untuk menjalankan kepemimpinan secara bijaksana dan visioner, menghadirkan gagasan pembangunan yang aktual, serta mampu menata pemerintahan desa secara efektif dan berkeadilan.
“Saya ingin mengingatkan kembali bahwa dana desa merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan dari tingkat paling bawah. Oleh karena itu, pengelolaan dana ini harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Bupati Mukhlis.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan gampong tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kemampuan keuchik dalam membangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Mulai dari tuha peut, tokoh adat dan agama, pemuda, hingga kaum perempuan harus dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.
“Pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang berbicara dari balik podium, tetapi yang hadir mendengarkan, melihat, dan bertindak bersama rakyat. Kepemimpinan desa bukan tentang kekuasaan, tetapi tentang tanggung jawab moral untuk memajukan gampong dan menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Mukhlis, penuh makna.
Bupati juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan desa ke depan akan semakin kompleks.
Oleh karena itu, ia menuntut seluruh keuchik untuk tidak sekadar menjadi administrator, tetapi juga inovator dan penggerak perubahan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cerdas dan cepat.
Dengan dilantiknya 49 keuchik ini, diharapkan terjadi percepatan pembangunan desa yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kepemimpinan desa diharapkan menjadi motor penggerak perubahan yang membawa kemajuan nyata serta memperkuat fondasi pemerintahan dari akar rumput.
“Kepemimpinan bukanlah penghargaan, melainkan pengabdian. Bekerjalah dengan niat yang lurus, pikiran yang jernih, dan hati yang bersih,” tutup Bupati Mukhlis. (Hendra)





























Comments