BOGOR, INDONEWS — Pembangunan infrastruktur betonisasi jalan desa di Kampung Kepang, RT 02, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol terus menuai sorotan.
Selain tidak transparan, pembangunan pengerasan alas dasar jalan juga diduga menggunakan bahan material beton bekas.
Hal tersebut dibenarkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Singajaya, Ujat Dermawan saat ditemui wartawan.
Menurutnya, penggunaan material beton bekas kemungkinan besar guna melewatkan pengangkut material untuk bantalan lintasan mobil.
“Jadi kenapa ada material beton bekas, kalau sepemahaman saya, karena saya tidak setiap hari ada di situ, itu barang kalau gak salah, kita kan mobile-nya agak lama ngambil limestone-nya, mungkin ada yang punya stok. Kira-kira seperti itu, walaupun secara kasat mata kan lebih kuat pakai itu, apalagi itu kan tanah labil, tanah kebun pada awalnya,” terang Ujat.
Terkait tidak adanya papan pengumuman, Ujat menyebutkan bahwa papan pernah terpasang, hanya saja saat ini kemungkinan hilang.
“Tapi nanti kita akan pasang kembali (papan pengumuman). Untuk pembangunan itu, anggaran dana desa tahap dua, tapi untuk jumlah anggaran itu saya lupa,” tandasnya.
Sebelumnya, Camat Jonggol, Andri Rahman saat dihubungi melalui pesan Whatsapp mengatakan akan menegur kadesnya supaya menegur TPK-nya.
“Tegur lisan dulu, nanti baru surat, biarkan dari desa dulu untuk tindaklanjuti bersama TPKnya,” katanya.
Sementara Penjabat (Pj) Kepala Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Asep Hamzah saat dihubungi, masih bungkam. (Jaya)



























Comments