0

BOGOR, INDONEWS – Unit Reskrim Polsek Cileungsi, Polres Bogor, Polda Bogor yang dipimpin Panit Reskrim Ipda Hendrik SH., mengamankan penjual sekaligus pengedar obat daftar G tanpa izin edar di Jl. KH. Umar Rawailat, tepatnya Toko Cahaya Kosmetik, Kampung Cibereum, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Senin (5/6/2023) sekitar pukul 13:30 WIB.

Penangkapan bermula dari adanya laporan masyarakat yang mengeluhkan maraknya penjualan obat-obatan keras jenis eximer dan tramadol tanpa resep dokter.

Guna menindaklanjuti keluhan dan informasi masyarakat tersebut, maka Polsek Cileungsi bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Zulkarnaen SH., SIK., MIK., menjelaskan, atas dasar laporan tersebut pihaknya memerintahkan panit reskrim beserta unit reskrim untuk melakukan penyelidikan di lapangan.

“Benar, ada laporan dari masyarakat yang resah terkait maraknya peredaran obat tersebut, dan saya perintahkan untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.

Hasil dari tindaklanjut di lapangan dan setelah diselidiki, pihaknya berhasil mengamankan ratusan butir obat tramadol dan eximer dari salah satu toko berkedok toko kosmetik sekaligus mengamankan satu pelaku.

BACA JUGA :  Kades Sentul: Dirgahayu TNI Ke-78, Teruslah Dekat Dengan Rakyat

“Berdasarkan penyelidikan dan pengamatan di lokasi, diketahui seseorang diduga sedang membeli obat-obatan keras daftar G tersebut, sehingga langsung diamankan dan dilakukan penggeledahan di lokasi toko berkedok kosmetik,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dari hasil penangkapan didapatkan pelaku berinisial Y dan MR selaku pembeli serta barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 278 butir Tramadol dan 22 butir Trihexyphenidyl serta uang sebesar Rp700.000.

“Pelaku dikenakan pasal 197 Jo 196 ayat 1 UU R1 nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Selanjutnya orang tersebut beserta barang bukti dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Cileungsi guna dilimpahkan ke Satuan Narkoba Polres Bogor,” pungkasnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor