0

SUKABUMI, INDONEWS | Anggota Komisi IV, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sukabumi, Edi Sudrajat mengunjungi SMPN 3 Cicurug, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Selasa (26/3/2024).

Ia melihat ruang kelas belajar (RKB) yang akan didorongnya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Edi Sudrajat saat diwawancarai media mengatakan, dirinya bersyukur bertemu kepala sekolah dan para guru SMPN 3 Cicurug.

“Dulu-dulu saya memang sering ke sini, komunikasi, terutama melihat progres pembangunan karena saya sangat berharap SMPN 3 Cicurug bisa setara dengan SMP lain seperti SMP 1 dan SMP 2 Cicurug,” katanya.

Menurut Edi, meski SMPN 3 Cicurug lokasinya di pelosok, tetapi sarana prasarananya harus sama dengan SMP di protokol ataupun wilayah perkotaan.

“Ini kan harus berkesinambungan. Pembangunan ini kita mulai dari tahun 2022, 2023, dan 2024, mudah-mudahan terus ada perbaikan. Ini harus tetap kita dorong, dan saya sebagai Wakil Rakyat mendorong apa yang dijadikan satu harapan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Ia pun mengaku masih banyak pembangunan atau rehabilitasi yang harus menjadi skala prioritas sehingga siswa siswi bisa belajar dengan nyaman dengan aman, terlebih saat ini akan menghadapi penerimaan siswa baru.

BACA JUGA :  Polres Sukabumi Tetapkan Pengemudi Truk Sebagai Tersangka Kasus Kecelakaan

“Jangan sampai nanti animo masyarakat ingin masuk kesini, karena faktor ruangan jadi tidak tertampung dan akan jadi masalah dengan lingkungan,” jelasnya.

Edi Sudrajat berharap, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi segera merealisasikan gedung-gedung yang terbengkalai seperti yang ia lihat.

“Masih banyak sarana prasarana yang harus perlu ditingkatkan. Begitu juga harus ada taman bermain agar tidak kelihatan kumuh. Saya akan terus mendorong pembangunan sekolah karena ini tanggung jawab moral saya. Kebetulan sekolah ini ada di wilayah Cicurug, saya juga orang Cicurug,” pungkasnya. (Yogi Ramlan/ndi)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan