0

BEKASI, INDONEWS – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Republik Indonews (BKKBN RI), terus berupaya menurunkan angka stunting secara aktif dan memberikan edukatif kepada masyarakat, salah satunya dengan terjun ke ke tengah-tengah masyarakat, yaitu dengan melakukan kegiatan sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana, bersama mitra kerja di Propinsi DKI Jakarta, seperti yang dilakukan di Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Jumat (15/7/2022).

Sosialisasi dihadiri Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, Dr. Munawar Asikin, S.Si, selaku Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk Ibni Sholeh, M.Si selaku Kepala Bidang PK2 Dinas PPAPP Propinsi DKI Jakarta, Supyan Nusauri selaku Kepala Seksi PK2 Sudin PPAPP Jakarta Barat.

“Dukungan Komisi IX DPR pada BKKBN dalam menjalankan penugasan yang diberikan Presiden RI untuk bertanggung jawab dalam penurunan angka stunting. Saya mengapresiasi BKKBN yang sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat bukan di Jakarta. Akan tetapi di seluruh Indonesia pun juga dilakukan. Presiden sudah memberikan tugas tambahan kepada BKKBN, terkait untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia,” jelas Charles Honoris.

BACA JUGA :  Peringati HUT Ke-79 RI, Grib Jaya DPC Jakarta Selatan Bantu Korban Bencana

Sementara Supyan Nasauri menyebutkan, angka Stunting di Indonesia saat ini sudah mencapai 24,4%. Sedangkan angka yang bisa ditolerir oleh PBB yaitu 20%.

“Target pemerintah sampai tahun 2024 nanti bisa diturunkan sampai angka 14% dan angka stunting di Jakarta sudah mencapai 18%, dan tiap tahunnya menurun,” pungkasnya.

Supyan Nasauri selaku Kepala Seksi PK2 Sudin PPAPP Jakarta Barat mengaku ingin melaporkan di DKI Jakarta, bahwa angka stunting sampai tahun 2021 kemaren sudah mencapai 14%.

“Kemarin kita mendapatkan kebanggan hasil kolaborasi UKBD yang ada di Jakarta Barat. Sehingga kita mendapat terbaik hasil stunting di Jakarta Barat dan juga terbaik di Jakarta Barat,” ujar Supyan.

Sedangkan Munawar Asikin juga menjelaskan tentang stunting kepada para peserta agar lebih jelas dan juga sebagai bahan menjelaskan kepada keluarga lain agar mereka bisa memahami apa stunting.

“Dan gimana caranya kita sebagai peserta bisa memahami dan bisa menjelaskan kepada orang lain,” pungkasnya.

Indonesia masih dalam kategori risiko tinggi stunting. Jika suatu negara persentase stunting masih diatas 20 % berarti WHO menyatakan bahwa Indonesia berisiko tinggi stunting.

BACA JUGA :  Bungsu Bandung, Sallsa Bintan, dan Kang DJ Meriahkan Anniversary Jatos ke-19

“Stunting adalah kekurangan gizi yang kronis selama 1000 hari pertama kehidupan. Jadi seorang balita kekurangan energi dan gizi selama 270 hari dalam kandungan, dan ditambah 2 tahun dalam asi ibunya. Sehingga menimbulkan yang namanya pertumbuhannya menjadi tidak ideal,” katanya. (Supri)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Ragam