BOGOR, INDONEWS – Meski tak didukung materi yang mumpuni, namun Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Bogor terus melakukan kegiatan yang tak pernah putus.
Beragam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan bergulir silih berganti. Lantas dari mana sumber dananya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Ketua Bamusi H. Agus Riadi pun menjelaskan secara gamblang.
“Untuk pertanyaan tadi, intinya jangan sampai setelah jadi pengurus kita diam, hanya tercatat dalam SK Kepengurusan. Ibarat lagu populer Sunda; Cing Cangkeling Manuk Cingleng Cindeten. Dalam artian, pengurus harus bergerak meskipun dana terbatas. Dengan adanya gerakan, lambat laun ada bantuan dari donatur,” ungkap H. Agus, Jumat (10/6/2022) siang.

Ketua Bamusi H. Agus Riadi
Seraya mempersilahkan pewarta menyeruput kopi Kopi RBM (Robusta Baitul Muslimin), Kang Agus sapaan karibnya, memaparkan seputar aktivitas dirinya yang dinilai masih banyak yang salah.
“Sebenarnya kami hanya terus berikhtiar, melakukan beragam aksi meskipun hasilnya belum maksimal. Namun kami selalu mendapat berkah. Bamusi tidak melulu konsen di bidang dan program itu-itu saja. Ada program keagamaan berupa dzikir sholawat, ada gerakan peduli sosial kemasyarakatan seperti bantuan bingkisan paket sembako dan lain-lainnya,” ungkap Kang Agus.
Lalu, tambahnya, Bamusi juga menyenggarakan Halal bi Halal dengan mengundang sebuah bank dan para pengurus DKM Masjid serta menghadirkan da’i kaliber Nasional.
Diketahui, selang seharinya, Bamusi ikut menghadiri peresmian Masjid At-Taufik dan Tahlilan Haul kesembilan Taufik Kiemas yang merupakan suami Presiden Kelima Indonesia, Hj. Megawati Sukarno Putri juga Ketua Umum PDI Perjuangan. Selain itu, Bamusi Bogor juga ikut mengkritisi podcast LGBT di sebuah media beberapa waktu yang lalu.
“Jadi Alhamdulillah, kami senang jika ada yang memonitor gerakan Bamusi Bogor. Ini menjadikan gerakan kami perlu lebih hati-hati. Sejujurnya, kami Bamusi Kabupaten Bogor sedang menata organisasi internal dan melakukan konsolidasi jejaring organisasi. Agar tidak terkesan organisasi yang kaku, kami perlentur gerakannya. Diantaranya dengan melakukan program-program keagamaan yang khas, karena statusnya Bamusi sebagai Sayap Keagamaan dari PDI Perjuangan,” ungkapnya.
Dengan senyum khas, Kang Agus menuturkan, publik perlu mendapat pencerahan bahwa Bamusi merupakan wadah dan sarana atau rumah keindonesiaan yang menerapkan ajaran keislaman. Cirinya, berusaha menerapkan ajaran perdamaian dan kasih sayang antar semua umat sebagai komponen bangsa Indonesia.
“Kami juga mengajak gotong royong dalam hal-hal positif menuju kerukunan dan perdamaian serta pembangunan karakter akhlak karimah yang sangat dibutuhkan sebagai faktor-faktof kondusif dalam turut membantu pemerintah mensukseskan pembangunan bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” ungkapnya lagi.
Sebagai implementasi yang sederhana sesuai kemampuannya, Bamusi Kabupaten Bogor menjalankan program-program seperti Dzikir Sholawat Istighotsah untuk mendo’akan jasa para pahlawan pendiri Indonesia, para ulama dan guru-guru, para pemimpin dan semua agar senantiasa berjalan dalam track yang benar dan dapat bermanfaat bagi sesama.
“Program kami padukan dengan sedikit berperan dalam kepedulian terhadap sesama warga negara Indonesia sebagai konsekwensi makhluk sosial yang saling berketergantungan dan saling membutuhkan diantara kita,” tuturnya.
Ketika disinggung kembali untuk membiayai program-program Bamusi Kabupaten Bogor sumber dananya dari mana. Dengan santai Kang Agus menjawab bahwa kuncinya adalah gotong royong.
“Kami di Bamusi saling bergotong royong secara swa sembada. Seiring berjalannya waktu, ada beberapa pihak yang juga percaya dan membantu kami merealisasikan program-program prioritas sesuai keadaan dan timing-nya. Misalnya, saat Bamusi melaksanakan program Qiyamu Romadhon 1443 H/2022, beberapa pihak turut andil memberi kontribusi. Baik berupa bantuan kesediaan tempat acara, bantuan amunisi konsumsi, bantuan peralatan, bantuan tenaga, bahkan sejumlah dana dari perorangan, lembaga pesantren, masjid dan perusahaan perbankan,” paparnya.
“Sehingga terlaksana program Nuzulul Qur’an, Bantuan paket sembako Iedul Fitri dan Halal bi Halal. Ini semua berkat dari Allah melalui jejaring donatur yang terketuk hatinya membantu program Bamusi. Nah kalau bantuan dari pemerintah daerah untuk Bamusi secara khusus belum ada. Kedepannya semoga ada. Tentunya sesuai regulasi yang berlaku,” tutur Kang Agus.
Ditanya apakah ada program selanjutnya, Kang Agus mengakui ada, namun bersifat ringan namun bisa membuat orang senang.
“Semua orang senang kalau sehat, baik bagi dirinya maupun keluarganya, badan yang sehat dan jiwa yang kuat akan lebih indah menjalani hidup ini. Semua orang, apalagi balita senang nyusu. Bukankah kalian juga senang nyusu,” canda Kang Agus kepada wartawan.
Ia pun segera menjabarkan, bahwa Bamusi baru saja mendapat bantuan susu untuk balita. Dengan demikian, pengurus Bamusi memiliki agenda kegiatan untuk ‘turba’ hadir bersama masyarakat sebagai konsekwensi makhluk sosial.
“Mudah mudahan ini bermanfaat dan berkah bagi kita semua. Terima kasih kepada Danone Grup atas donasinya dan kepada teman juang,” paparnya.
Terakhir, Kang Agus berpesan, dalam lagu hymne Bamusi tersirat syair “Perjuangan Belum Selesai, Sampai Wong Cilik Bahagia”.
“Oleh karenanya, teruslah bergerak, berjuang jangan pernah berhenti sampai wong cilik senang dan bahagia. Bukankah membahagiakan orang lain, apalagi kaum termarjinalkan, wong cilik, itu ajaran agama yang mulia?” tandas Kang Agus, penuh makna. (Bintono)




























Comments