0

BOGOR, INDONEWS – Tuntas sudah, titipan donasi dari para donatur direalisasikan. UWK urang Waledkota, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jaa Barat santuni 75 anak Yatim yang ada di desa Waledkota.

Acara diawali dengan penampilan grup ‘Genjring ‘ ibu-ibu pengajian musholla Al Djahid. Beberapa judul lagu dan syair sholawat nabi dilantunkan dengan penuh hidmah, antara lain Bismillah, Zainal anbiya, dan lain-lain.

Para undangan saling berdatangan hingga memenuhi ruangan musholla Al Djahid yang memiliki  panjang 11 meter kali lebar 11 meter.

Pemandu acara yang bertugas adalah Shohibul Musholla keluarga H. Agus Riadi.

“Aa Agus mewakafkan musholla kepada masyarakat. Saat ini, perlu pecah sertifikat untuk khusus Musholla dari luas sertifikat  asal seluas 930 meter persegi,” katanya.

Dalam sambutannya, Lurah Desa Waledkota, H. Afiat SE menyambut baik rencana tersebut.

“Saya turut senang adanya Wakaf Musholla Al Djahid kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti KUA untuk ikrar Wakaf dan rekomendasi dari BWI (Badan Wakaf Indonesia) sampai terbitnya sertifikat Wakaf kepada Nazir yang disepakati”  ucap Kades Afiat SE yang juga didapuk menjadi ketua forum para Kades di wilayah Cirebon Jawa Barat.

BACA JUGA :  SMAN 1 Gunung Putri Digeruduk Massa, KCD Bungkam, Akitivis Ancam Lapor Ke Ombudsman

Desa Waledkota sudah memberlakukan layanan  desa berbasis digital. Ini yang pertama di wilayah Cirebon. Tanda tangan kades sudah digital dengan keamanan yang presisi.

Desa Waledkota juga mengembangkan program desa wisata di wilayah sekitar Dam Roti yang terletak di Utara dan Timur batas desa dengan kelurahan Pabuaran. Ini untuk menggali potensi income Pendapatan Asli Desa. Sistem remunerasi berupa Bengkok atau jatah kavling tanah bagi perangkat desa secara radikal.

Semua hasil dari tabah Bengkok, aset desa dikelola oleh petugas desa yang ditunjuk Kades. Hasilnya, didistribusikan untuk remunerasi perangkat desa dan menambah kocek kas desa.

Dengan cara ini, perangkat desa menerima penghasilan jauh lebih besar dibanding  sistem remunerasi bengkok yang tidak merata sesuai lokasi aset bengok berada.

“Ada bengkok yang tergolong kelas utama dan ada tingkat imbal hasil sewa tanah bengkok yang kering atau kecil, sehingga terkesan tidak adil. Dengan pola baru, lebih adil dan distribusi hasil yang merata di kisan mendekati tiga puluh jutaan per tahunnya,” tegas Kuwu Waled, yang pernah menjabat setingkat direksi BUMN sebelum pensiun dan pulang kampung menjadi Kades Waledkota.

BACA JUGA :  Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Bogor Diselenggarakan di SMK 1 Cibinong

Sementara panitia Santunan UWK Waledkota, trio Aa Ury (Ketua), Aa Agus (Bendahara) dan Aa Efy (Koordinator Grup GWA UWK), bersyukur atas perolehan donasi dari para donatur.

“Secara jumlah terhimpun Rp 16.000.000, memang lebih kecil sebesar Rp 5.000.000, dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 21.000.000 karena dari donatur cukup besar tahun lalu tidak berpartisipasi di tahun ini,” ungkapnya.

Namun dari jumlah orang yang berdonasi semakin banyak atau 60 orang. Ada peningkatan 10 donatur baru, termasuk non urang Waledkota namun pecinta aktivitas untuk menyantuni anak Yatim.

Dari segi besaran uang yang diberikan kepada anak Yatim pada tahun 2026 sama dengan tahun sebelumnya yakni Rp 160.000,  dengan jumlah penerima santunan bertambah 2 orangmenjadi 75 orang, dibanding tahun lalu 73 orang.

Diperkirakan untuk tahun berikutnya masih ‘bertengger’ di kisaran 75 ke 80 orang” tutur Trio panitia pelaksana santunan UWK.

Dari sisi spiritual acara Santunan UWK tahun 2026 dibanding tahun 2025 lebih bernilai dan berbobot. Apa sebab?

BACA JUGA :  SDN Curugdengdeng Melepaskan 39 Siswa Siswi Terbaik

“Pelaksanaannya di Musholla. Kita meyakini  wasiat Kanjeng Sunan Gunungjati Walisongo dari Cirebon-Ingsun titip Tajug (Musholla) lan Fakir Miskin adalah wasiat sakral dan mulia bagi sesama,” lanjut mereka.

“Dari beberapa dawuh Rosulallah SAW esensinya Musholla dan Masjid adalah rumah-rumah Allah yang ada di bumi. Siapa yang masuk rumah Allah pasti mendapat kelulusan dari -Nya, menentramkan hati, langkahnya menjadi penghapus dosa dan peninggi derajat ketaqwaan,” lanjutnya.

Panitia juga menghadirkan Kh. Muhammad Jazuli pimpinan pesantren Tahfidz dan KetuavJQHNU (Jam’iyyah Qur’an dan Hufadz Nahdlotul Ulama) Cirebon.

“Kehadiran Buya Muhammad Jazuli – Al Hafidz  diharapkan  memberi motivasi belajar baca tulis Al Qur’an, menghafal Al- Qur’an  khususnya anak-anak generasi bangsa Indonesia baik dilaksanakan di  masjid dan Musholla yang ada di desa Waledkota maupun  mondok di pesantren bersanad jelas. Untuk ini, kami salurkan 20 mushaf Al-Qur’an ke Musholla Al Djahid,” pungkas Trio  Panpel. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor